Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai Tentang Melepaskan

2020/09/17
in Nasehat
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang

Dari dulu sampai sekarang, masih banyak saja dijumpai jiwa-jiwa yang menderita, dengan munculnya resah dan gelisah. Tolok ukurnya sederhana, adalah jiwa-jiwa yang selalu mengira kebahagiaan bisa ditemukan dengan mendapatkan apa-apa yang belum didapatkan. Sebagai akibatnya, jiwa terus-menerus berkejaran seperti kucing mengejar ekornya. Biasanya baru berhenti mengejar kalau mati, atau sakit keras seperti stroke. Sebelum itu terjadi, mari belajar damai dan berkecukupan dengan apa-apa yang ada dan dipunyai sekarang.

Meminjam bahasa indah para leluhur supaya nrimo lan legowo. Caranya, selalu lihat sisi-sisi indah dari apa yang kita miliki. Pasangan hidup, anak-anak dan harta benda lainnya perhatikanlah selalu sisi-sisi baiknya. Pahlawan kedamaian adalah ia yang berani mengatakan cukup pada kehidupan.

Setelah cukup, selanjutnya mulailah memandang kehidupan secara lebih sehat sebagai pelengkap. Mirip dengan memandang kotoran sapi, kalau melihatnya negatif kita dapat sampah. Kalau memandangnya positif, kita dapat bunga indah. Kehidupan serupa, masa kecil yang kelabu, keuangan yang tidak sebaik orang-orang, semua adalah pupuk-pupuk yang sedang berevolusi jadi bunga. Kegelisahan, kemarahan, kecemburuan adalah racun-racun kejiwaan di dalam yang harus dibersihkan, sehingga kemarahan pun berproses menjadi bunga kedamaian.

Ada resep sederhana untuk mengetahui berseminya bibit kedamaian dalam diri. Pergilah ke depan cermin, ucapkan mantra ini dengan sepenuh hati pada orang yang kita jumpai di cermin: “kamu sempurna, aku mencintaimu apa adanya”. Jika sudah yakin dengan bayangan yang ada di cermin sebagai makhluk yang sempurna, dan mau mencintai dengan sepenuh hati apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangannya, itu berarti benih-benih kedamaian berlimpah sudah tersedia. Artinya, tinggal meramu, terus-menerus memupuknya untuk mengimbangi bibit-bibit kekerasan yang sudah ditanam orang-orang di diri kita dengan bibit-bibit kedamaian tersebut. Ada kekurangan disyukuri. Punya kelebihan didermakan. Ada kesalahan dimaafkan. Diberi anugerah dimanfaatkan dan dibarokahkan. Jika ada masalah dan musibah disabari. Kalau aral melintang dipersungguh, didoai dan jika dijeleki membalas dengan kebaikan. Ketika bibit-bibit kedamaian sudah jauh lebih banyak dari bibit kekerasan, di sana kita akan menjadi pahlawan kedamaian.

Sekali lagi, ini bukan ajakan untuk bermalas-malasan. Juga bukan kalah-kalahan. Apalagi akal-akalan. Sama sekali bukan. Rasa berkecukupan yang mendalam adalah fondasi semua kedamaian. Maksudnya, tidak saja berkecukupan secara materi, tapi juga berkecukupan dalam pencapaian spiritual. Berkecukupan secara materi membuat orang berhenti didikte keinginan-keinginan duniawi. Butuh, tapi tidak rakus (ngoyo). Kurang, tetapi tetap dermawan. Perwira dengan penuh kepasrahan. Berkecukupan secara spiritual membuat orang berhenti didikte keinginan-keinginan surgawi.

Mencari ilmu jalan terus, namun dalam beramal, amar ma’ruf dan keseharian penuh tindakan keteladanan. Berlimpah kesyukuran, untuk kemudian terjun ke dunia pelayanan. Seolah ilmu mencari jiwa, untuk memperindah tindakan dan mempertinggi derajatnya. Tatkala kedua keinginan ini terkendali, kedamaian mekar seperti bunga indah rupawan. Tanpa rasa berkecukupan, tidak ada satu pun jalan yang bisa membimbing menuju kedamaian mendalam. Rasa berkecukupan adalah lentera di dalam yang menuntun kedamaian di mana dan ke mana diri berada.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ ‏” ‏‏

Dari Abdullah bin Amr bin Al-A’sh sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Sungguh beruntung seorang yang berislam, diberi rezeki cukup dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah dengan apa yang Dia berikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Dalam hal ini, salah seorang guru berpesan, kedamaian adalah proses menyatu dengan kehidupan yaitu mendekap berkah kekinian apa adanya. Fenomena kehidupan seperti sedih-senang, duka-suka, akan terus muncul silih-berganti tanpa henti. Tidak terlalu sulit untuk berdamai dengan kenikmatan dan kebaikan. Kebanyakan kesulitan ketika berhadapan dengan kejelekan dan kesedihan.

Di sinilah kedamaian berperan dalam mengimbangi setiap energi negatif yang datang. Kedamaian membantu melepaskan energi negatif ke jalan-jalan yang benar. Tidak merusak, tetapi justru berubah jadi bunga yang indah. Dari sini wahai penekun kehidupan, kedamaian adalah seni melepaskan.

Tags: bersyukurKebahagiaankehidupanKompetisiMelepaskanMenerimapenerimaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Harfan Suyoko on LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat
  • Fauzi Achmadi on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama
  • Muhamad Ipa Slamet on Ketua DPP LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

2
LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama

LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama

1
LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat

LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat

1
Menua yang Indah

Menua yang Indah

1
Cinta Allah

Cinta Allah

October 12, 2026
LDII Pringsewu Helat Rakorda Perkuat Peran PC dan PAC

LDII Pringsewu Helat Rakorda Perkuat Peran PC dan PAC

October 10, 2026
LDII Lampung Helat Rakorwil Dorong Penguatan Organisasi yang Profesional dan Adaptif

LDII Lampung Helat Rakorwil Dorong Penguatan Organisasi yang Profesional dan Adaptif

October 10, 2026
DPD LDII Denpasar Kerja Sama dengan Disdikpora dan BSI Gelar Turnamen Futsal Antarpemuda

DPD LDII Denpasar Kerja Sama dengan Disdikpora dan BSI Gelar Turnamen Futsal Antarpemuda

October 10, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Cinta Allah October 12, 2026
  • LDII Pringsewu Helat Rakorda Perkuat Peran PC dan PAC October 10, 2026
  • LDII Lampung Helat Rakorwil Dorong Penguatan Organisasi yang Profesional dan Adaptif October 10, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.