Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Celoteh: Sabar

2009/10/26
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Mencermati kembali dalil – dalil bulan ini, memori saya terantuk dengan sebuah kalimat yang nandes. Kalimat yang terkait erat dengan pengertian sabar dan istirja. Insya Allah sering didengar, sering dinasehatkan. Begini kira – kiranya bunyi kalimat itu,”Kalau terkena mushibah harus sabar dengan cara istirja. Nggak boleh marah – marah dulu baru kemudian istirja’. Itu namanya tidak sabar.” Kemudian seorang penasehat menegaskan, “Yang penting istirja’ dulu. Setelah istirja marah – marah silahkan.” Benarkah demikian pengertian dan praktek sabar dengan istirja’ ini?

Di Hadits Shohih Bukhory disebutkan sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,”Ash – shobru ‘inda shodmatil uulaa – Adapun sabar itu di sisi ketukan/kejadian yang pertama.”  Dengan dasar inilah muncul nasehat seperti di atas. Ketika tertimpa mushibah yang pertama dilakukan adalah istirja. Ketika sudah mengucapkan istirja – Inna lillaahi …dst – maka sudah dikatakan sabar. Sebab kesabaran sudah muncul pada respon pertama terhadap kejadian. Jadi sabar itu gampang ketika kena mushibah terus istirja itu sudah kategori sabar. Singkat, cepat dan mudah, sehingga diembel – embeli; mau marah habis itu, mau diam membisu setelahnya, silahkan. Pengertian yang dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Saya masih ingat pertama kali mengkaji dalil di atas tahun 90-an yang disampaikan oleh Mas Parjono, mubaligh di Purwodadi dulu, ya seperti itu. Tetap, tidak berubah. Sampai kemudian ada sebuah pertanyaan yang menyadarkan saya untuk ‘meredefinisi’ lagi kalimat itu. Seorang teman yang bekerja dengan sesama mukmin, mengeluh,”Mas, Bos saya di kantor kok marah – marah terus, kalau kita melakukan kesalahan. Padahal kan sudah kita jelaskan kalau itu tidak disengaja. Mushibah. Dan sudah diingatkan untuk sabar.” Jawabnya selalu, “Saya sudah istirja, sekarang tinggal marahnya.” Masya Allah…! Kasihan.

Terus terang saya prihatin dengan situasi teman tersebut. Dan karenanya saya mawas diri – instrospeksi, mungkin ada yang salah dengan nasehat tentang kesabaran ini. Menurut saya, nasehat seperti di atas itu benar jika dimengerti dan dimaksudkan bahwa proses sabar itu dimulai dari pertama kali kejadian. Bukan berhenti pada kejadian awalnya saja. Sebab kesabaran adalah sebuah proses. Terus sampai kapan? Hadits inilah jawabnya. Dari Anas, dari Nabi SAW, bersabda, “Sesungguhnya besarnya balasan beserta besarnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah ketika senang kepada suatu qaum, maka Allah mencoba mereka. Maka barangsiapa yang senang/ridho maka baginya ridho (dari Allah) dan barangsiapa yang murka maka baginya juga murka (dari Allah).” (Rowahu at-Tirmidzi Fii Kitabi az-Zuhdi)

Proses sabar itu terus berlanjut dari semenjak mengucap istrija pas pertama kali kejadian, sampai kita bisa sadar. Sadar kalau dengan mushibah itu Allah menunjukkan cintanya kepada kita. Dengan cobaan mushibah itu berarti Allah akan mengganti/membalas sesuatu yang lebih baik yang kita tidak tahu. Yang akhirnya bisa senang dengan apa – apa yang menimpa kita. Bisa memahami bahwa semua itu skenarioNya. Paham dengan kalimat istirja yang kita ucapkan pertama kali. Bahwa kita ini punya Allah dan semua ini akan kembali kepadaNya. Atau sebaliknya kita marah – marah dengan semua itu sehingga Allah pun murka karenanya.

 Kenapa saya menyandarkan pada hadits ini? Jawabnya adalah agar tidak bertentangan dengan hadits yang menyatakan bahwa –Innamal a’malu bikhowatimiha – Sesungguhnya jadinya amal itu pada akhirnya. Jadi kalau kita sudah istirja pas kejadian yang pertama, habis istirja terus marah – marah, maka itu tidak dibenarkan. Berarti tidak ridho. Dan bisa dikatakan tidak sabar. Nah, agar tidakk bertentangan antara satu dengan yang lainnya, maka nasehat seperti yang di atas harus dikoreksi. Adapun koreksinya menjadi begini. Yang dikatakan sabar ketika mendapat mushibah itu, bisa istirja pas kejadian awal, kemudian menjaga sikap dan perilakunya menuju keridhoanNya, sampai betul – betul bisa memahami bahwa semua itu atas kehendak Allah dan semuanya akan kembali kepadanya. Jadi tidak ada marah – marah lagi di dalamnya. Habis istirja tidak boleh lagi marah – marah harus tetap sabar dan menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin, pikiran tenang dan hati yang bening. Tidak larut dalam kesedihan dan tidak mengumbar amarah badan.

Setelah saya jelaskan begini, si teman jadi bingung, katanya, “Tapi walaupun dia marah – marah terus, tapi kok malah tambah kaya ya?”

 Sambil lau saya katakan, “Kalau itu dalilnya lain lagi. Kalau sampeyan pengin tahu kapan – kapan saja datang ke rumah, nanti saya jelaskan. Sekarang kita baru bicara masalah sabar Mas.”

“Ooo,,” gumamnya lirih.

Semoga semua ini menambah kepahamannya dan kepahaman kita semua. Amin.

 oleh:  Ust. Faizunal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ipa Slamet on Pemkab Subang Apresiasi Pembinaan Karakter Pemuda LDII
  • Tia Gustiara on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Angka DH on LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin
  • Angka DH on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Bapak Zaini on LDII Ciparay Gelar Perkemahan CAI, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Perkuat Organisasi dari Akar Rumput, Padukan Konsolidasi dengan Green Dakwah

LDII Perkuat Organisasi dari Akar Rumput, Padukan Konsolidasi dengan Green Dakwah

August 28, 2026
Wujudkan Kemandirian Ekonomi, LDII Takalar Dorong Pemuda Berani Berwirausaha

Wujudkan Kemandirian Ekonomi, LDII Takalar Dorong Pemuda Berani Berwirausaha

August 28, 2026
Bupati Mimika Resmikan Masjid Miftahul Huda Naungan LDII

Bupati Mimika Resmikan Masjid Miftahul Huda Naungan LDII

August 28, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Pada Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Pada Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

0
LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

0
LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

0
LDII Magelang dan Polresta Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas

LDII Magelang dan Polresta Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas

0
LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

September 2, 2026
LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

September 2, 2026
LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

September 2, 2026
LDII Magelang dan Polresta Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas

LDII Magelang dan Polresta Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur September 2, 2026
  • LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur September 2, 2026
  • LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.