Pemalang (2/9). DPD LDII Kabupaten Pemalang menggelar pengajian akbar dan pembinaan karakter. Kegiatan yang dihelat di Masjid Al Huda, Widodaren, Pemalang, Jawa Tengah itu dihelat pada Minggu, (26/7), dan diikuti 400-an generasi muda LDII.
Peserta berasal dari jenjang pelajar SMP hingga pemuda usia produktif. Penceramah utama Ustaz Zunit Syaifullah dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri mengatakan generasi muda menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Menurut dia, kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup perlu diimbangi dengan karakter yang kuat. “Generasi muda perlu memiliki fondasi moral yang baik. Kejujuran, kerukunan, kedisiplinan, dan kemandirian perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zunit.
Zunit mengatakan pendidikan karakter tidak cukup diberikan dalam bentuk teori. Nilai tersebut perlu diterapkan melalui perilaku dan interaksi di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, serta masyarakat.
“Anak muda perlu belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya. Mereka juga perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi di sekitarnya agar kemampuan yang dimiliki dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana Rifki Aziz mengatakan pembinaan generasi muda dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, peserta perlu mendapatkan pembekalan yang menggabungkan aspek spiritual, etika, dan keterampilan sosial.
“Kami ingin para pemuda memiliki pengetahuan agama sekaligus karakter yang baik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan beradaptasi dengan lingkungan,” kata Rifki.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang Agus Suwarno mengatakan pembinaan 29 Nilai Karakter Luhur menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus. Menurut dia, karakter memiliki pengaruh terhadap cara anak muda belajar, bekerja, berinteraksi, dan mengambil keputusan.
“Kami ingin generasi muda LDII tumbuh menjadi pribadi yang profesional dan religius. Mereka perlu menguasai ilmu dan keterampilan, tetapi tetap memiliki akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap masyarakat,” kata Agus.
Agus mengatakan pembinaan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lingkungan keluarga serta masyarakat. Ia mendorong para peserta tidak hanya memahami materi selama pengajian, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“29 karakter luhur tidak boleh berhenti sebagai materi pengajian. Nilainya harus terlihat dalam kebiasaan. Mulai dari jujur dalam perkataan, disiplin menjalankan kewajiban, menjaga kerukunan, sampai memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Agus juga mengajak generasi muda LDII Pemalang aktif mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Menurut dia, pengalaman terlibat dalam organisasi dapat melatih kepemimpinan dan tanggung jawab.











