Jakarta, (3/11). Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesra) Pemprov DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menekankan pentingnya sinergi antara LDII dan pemerintah, agar terus memberi dampak nyata bagi warga. Hal ini ia sampaikan saat mewakili Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW LDII DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota, Jumat (30/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ali mengungkapkan rencana kerja sama resmi (MoU) antara Pemprov DKI dan LDII Jakarta yang difokuskan pada tiga sektor utama: pelestarian lingkungan, penguatan pendidikan, dan pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
“Rakerwil ini diharapkan melahirkan program-program realistis yang menjawab kebutuhan masyarakat dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya jelas, mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kota di mana tidak ada warganya yang tertinggal,” ujar Ali.
Ali turut mengapresiasi langkah konkret LDII dalam menerapkan konsep zero waste di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, praktik pengelolaan sampah ini sejalan dengan isu prioritas nasional dan perlu diperluas ke ranah masyarakat.
Selain itu, kolaborasi penguatan moral berbasis keluarga melalui gerakan membumikan nilai-nilai Al Quran dan pengelolaan keragaman budaya menjadi poin penting untuk memperkuat fondasi sosial Jakarta. Isu lainnya yang dihadapi adalah masyarakat majemuk dan kesenjangan sosial, juga perlu menjadi tanggung jawab bersama dengan mengedepankan pendidikan.
“Keberagaman budaya yang kita punya ini seharusnya menjadi modal memajukan jakarta menjadi kota global. Bukan arus globalisasi yang masuk, tapi kearifan lokal yang mendunia,” kata dia.
Rakerwil turut dihadiri Kabiro Dikmental Spiritual DKI Muhamad Matsani, Ketua FKUB DKI Yusuf Amman, dan perwakilan Dinas Pendidikan DKI Wibowo. Dalam pemaparannya, Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Imam Bashori, menegaskan kesiapan lembaganya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah melalui delapan bidang pengabdian LDII.

“Rakerwil ini bukan sekadar mengejar banyaknya daftar program, melainkan memastikan adanya manfaat nyata dan terukur bagi warga. Kami ingin gagasan yang lahir tidak berhenti di atas kertas, tetapi menjadi aksi langsung dengan evaluasi berkelanjutan,” tutur Imam.
Ia meminta agar para pengurus nantinya terus menjaga komunikasi terbuka, dan merumuskan keputusan yang mengutamakan kepentingan organisasi, masyarakat, dan bangsa.
“Perlu memperkuat gotong royong, membangun kepedulian terhadap lingkungan. Semoga Rakerwil menghasilkan gagasan yang tak hanya diatas kertas, tapi kontribusi langsung yang terencana jelas serta evaluasi berkelanjutan,” kata Imam menambahkan.
Jakarta memiliki tantangan dan peluang strategis sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, kebudayaan, sehingga perlu masyarakat yang tidak hanya cerdas dan kompetitif tapi juga berkarakter menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.











