Makassar (3/11). DPW LDII Sulawesi Selatan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) III Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan. Kegiatan yang dirangkaikan Seminar Nasional Ekoteologi bertajuk “Ego to Eco: Merawat Bumi, Merawat Kehidupan” tersebut berlangsung di Hotel Horison Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan dibuka Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam sambutannya, ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat persaudaraan serta toleransi beragama.
“Organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral di lingkungan masyarakat sehingga mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana,” ungkap Winarno.
Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Sulsel akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, serta akademisi untuk meningkatkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. “Menjaga kelestarian alam merupakan wujud kepedulian terhadap kehidupan dan masa depan bersama, sehingga ini tidak hanya sebagai teknis tetapi juga tanggungjawab moral dan spiritual,” kata Winarno.
Ketua Umum Pengurus Pusat Permabudhi, Philip Kuntjoro Widjaja, mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai latar belakang agama. Menurutnya, partisipasi tersebut mencerminkan keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Selatan. “Semoga Musda ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga tercipta umat yang harmonis dan rukun,” harap Philip.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Sulsel, Mira Nila Kusuma Dewi, menilai kegiatan tersebut bukan hanya mempererat silahturahim tetapi juga membangun kesadaran pentingnya toleransi serta menjaga kelestarian alam. “Kami berharap khususnya peserta yang hadir dapat menerapkan kehidupan berbasis ekoteologi, yaitu memghubungkan nilai agama dengan lingkungan agar tiap individu sadar bahwa pelestarian lingkungan juga bagian dari tanggungjawab iman,” jelas Mira.
Ia menambahkan, keikutsertaan LDII dalam kegiatan lintas agama tersebut merupakan bagian dari komitmen membangun hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan prinsip 3K LDII, yaitu Karya, Kontribusi, dan Komunikasi. “Melalui upaya menghasilkan karya bermanfaat, memberikan kontribusi nyata, serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan,” imbuh Mira.
Melalui partisipasi dalam Musda III Permabudhi tersebut, LDII Sulsel mendorong penguatan kerja sama lintas agama untuk menjaga kerukunan sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. (Eva)











