Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Belajar Budi Pekerti dari Ponpes Nurul Hakim Kaliawen

2025/08/31
in Artikel, Nasional
1
Ponpes Nurul Hakim Kaliawen. Foto: LINES

Ponpes Nurul Hakim Kaliawen. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Pondok Pesantren Nurul Hakim bisa menjadi teladan untuk melahirkan para santri ber-akhlaqul karimah. Budi pekerti tersebut sudah terasa sejak di pintu gerbang pesantren.

Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim berada di Desa Kaliawen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lokasinya yang berada di area persawahan benar-benar membawa santri dalam suasana pedesaan. Pondok pesantren yang sudah eksis sejak 1980-an tersebut, bertransformasi menjadi pondok pesantren dengan kultur Jawa yang kuat dalam pembinaan generasi muda.

“Kami menempatkan budi pekerti sebagai jiwa pondok pesantren, agar alumni pondok pesantren dapat membawa perubahan sosial di tengah masyarakat. Dengan demikian bangsa ini tidak hanya unggul di bidang teknologi tapi juga adab, yang mencerminkan peradaban luhur suatu bangsa,” papar KH Lukman Hakim atau yang kerap disapa Gus Luk.

Menurutnya, sebagai pondok pesantren dengan santri 300-an lebih, membuat Ponpes Nurul Hakim sangat kondusif untuk belajar agama, “Fasilitas Ponpes ini sangat menunjang untuk belajar agama. Namun yang terpenting, kami menerapkan prosedur operasional standar (SOP) untuk internalisasi budi pekerti kepada para santri,” ungkapnya.

Ia memberi ilustrasi, saat tamu memasuki gerbang, bagian keamanan dengan sikap hormat dan takzim telah menyambut tamu di pintu mobil – yang kesemua percakapan menggunakan bahasa Jawa halus. Saat tamu turun, bagian keamanan mengantar tetamu kepada petugas tamu, “Petugas keamanan ini memastikan tamu mendapat perhatian dan menghindari perasaan diabaikan,” jelas Gus Luk.

Saat tetamu sudah diterima penerima tamu, bagian keamanan meninggalkan mereka. Mereka disambut dengan ramah – sekali lagi disapa dengan bahasa Jawa halus – sekaligus menanyakan hal ihwal keperluan di pesantren. Bila keperluan menemui anak atau kerabat yang nyantri, maka santri yang dipanggil harus terlebih dahulu berdandan yang pantas untuk menemui tamu.

“Berdandan pantas saat dikunjungi merupakan bagian dari adab. Agar para santri dapat membawa diri, saat nanti berdakwah di tengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Santri Ponpes Nurul Hakim Kaliawen. Foto: LINES

Membebaskan Perundungan dengan Budi Pekerti
Persoalan perundungan bukan hanya di sekolah-sekolah, kerap kali perundungan juga terjadi di pondok-pondok pesantren. Untuk menghindari aksi tak terpuji itu, Gus Luk dan para pengurus pesantren melakukan metode terbalik: yang senior menghargai yunior.

“Senior tidak boleh mendominasi yuniornya. Bahkan diperlakukan dengan baik berupa prioritas, misalnya yang yunior dipesilakan mengambil makan terlebih dahulu. Bahkan untuk mengantre di kamar mandi, yang yunior dipersilakan lebih dulu,” tutur Gus Luk.

Praktik ini menjadi cara internalisasi, agar setiap orang saling menghormati tanpa pandang usia. Sementara bagi yang muda merasa terayomi dan terjaga, hingga rasa hormat dan segan kepada senior terbentuk secara natural.

Yunior ini nantinya akan menjadi senior, yang akan memperlakukan yuniornya dengan baik secara berkelanjutan.

Sementara, pada diri senior tumbuh pula sikap menghargai dan menghargai adik-adiknya, “Apalagi percakapan sehari-hari para santri menggunakan bahasa Jawa halus. Sehingga suasananya penuh saling penghormatan dan harmoni,” imbuhnya.

Mengenai pembulian dalam bentuk kekerasan, yang dipicu kehilangan barang, Ponpes Nurul Hakim melarang praktik kekerasan atau main hakim sendiri. Bahkan pengucilan akibat kesalahan seperti pencurian, sangat dilarang.

Lalu bagaimana solusinya? Menurut Gus Luk, seluruh santri dikumpulkan dalam ruangan, “Kemudian para guru menasehati mereka, implikasi dari mencuri di dunia dan akhirat. Selanjutnya, guru dan para santri membuat komitmen bahwa pengakuan jujur dari pelaku mendapatkan apresiasi bukan hukuman,” ujar Gus Luk memaparkan proses mengungkap kasus barang hilang.

Usai pernyataan bersama tersebut, para santri memejamkan mata dan siapapun dari mereka yang mengambil barang kemudian mengangkat tangan. Tentu saja tak ada satupun santri yang melihat. Usai pengakuan tersebut, secara personal guru mendatangi dan memberi nasehat, agar berbuat baik dan beribadah lebih rajin, sebagai pengganti perbuatan yang salah.

Santri yang bersangkutan pun, merasa terayomi dan berupaya meningkatkan kualitas dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, “Kami telah mempraktikkan hal ini, yang kami dapati santri menjadi sadar dan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena kesalahan tidak harus dihukum dengan keras, tapi memberikan penyadaran agar santri bisa meningkatkan kebaikan dalam dirinya,” pungkas Gus Luk.

Tags: Belajar Budi PekertiGus LukPonpes Nurul Hakim Kaliawen

Comments 1

  1. Angka Dwi Hadianto says:
    8 months ago

    Alhamdulillah, semoga lahir generasi penerus yg berakhlaqul karimah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Warga LDII Bergabung dalam Kepengurusan MUI Jakarta Pusat

Warga LDII Bergabung dalam Kepengurusan MUI Jakarta Pusat

March 31, 2021
Hari Santri

Peringati HSN, Ketua Ponpes Wali Barokah Ingatkan Peran Santri di Masa Depan

October 23, 2023
Sosialisasi kapolres

Polres Kediri Sosialisasi Berkendara Aman di Ponpes Wali Barokah

February 3, 2019
Hadiri Halal Bilhalal PWNU Banten, LDII Siap Bersinergi Dalam Pelayanan Umat

Hadiri Halal Bilhalal PWNU Banten, LDII Siap Bersinergi Dalam Pelayanan Umat

May 4, 2025
LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

0
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

0
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

0
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

0
LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

April 30, 2026
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

April 30, 2026
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

April 30, 2026
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

April 30, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan April 30, 2026
  • Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri April 30, 2026
  • Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri April 30, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.