Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Antara teori mandiin bayi dan bikin kopi

2011/05/25
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dalam beribadah, selain jelas ilmunya juga harus jelas pula petunjuk pelaksanaannya, sebagaimana yang dikatakan para sahabat tentang diri Nabi Muhammad SAW berikut ini:

Sesunguhnya Nabi meramut kami dengan ilmu dan nashihat (Alhadist).
Ada kalanya, ilmu itu hanya bersifat pengetahuan. Artinya hanya sebuah wacana, tidak perlu dipraktekkan, hanya memperkaya batin dan memperkuat keyakinan dan keimanan kita. Contohnya seperti sifat sifat Allah, adanya pahala, dosa dan lainnya. Namun ada kalanya ilmu itu bersifat praktek. Artinya hidupnya ilmu itu dengan praktek, ada penjelasan khusus yang menyertai ilmu itu dalam penyampaiannya. Contohnya seperti sholat, wudhu, tayamum, perang, puasa dan lain sebagainya. Nah, apa jadinya jika ilmu itu salah dipraktekkan? Masya Allah, selain rugi besar juga bisa menyebabkan hal-hal yang merugikan, membahayakan bahkan sampai pada kematian.

Dalam kehidupan ini, ada contoh nyata yang bisa kita ambil hikmahnya dalam memahami dan menekuni cara ibadah kita. Apa itu ? Mandiin bayi dan bikin kopi. Jika seorang ibu ingin memandikan bayinya, jika salah meramu bisa bisa bayinya yang sekarat bukan jadi sehat. Pertama tanta adalah mencampur air panas dengan air dingin di dalam sebuah ember/bak mandi, sehingga jadi air hangat. Kemudian baru memasukkan bayi itu ke dalam ember/bak untuk dimandikan, disabun dan bersih hasilnya. Bayi pun segar dan sehat. Namun, jika bayinya ditaruh duluan di dalam ember kemudian disiram air dingin, disabun, dan terakhir disiram dengan air panas, hancurlah jadinya. Bayi akan melepuh dan meronta-ronta kesakitan.

Beda dengan bikin kopi. Seorang ibu jika ingin bikin kopi, yang mana saja yang duluan hasilnya tetap akan sama, yaitu segelas kopi. Gula dan kopi dimasukkan dalam gelas, kemudian dituang air panas dan diaduk, jadi segelas kopi. Kopi dimasukkan gelas ditambah air panas, diaduk kemudian ditambah gula juga jadi segelas kopi. Air panas dituang dalam gelas ditambahkan kopi dan gula juga akan jadi segelas kopi. Yang mana saja boleh dan hasilnya instant: segelas kopi.

Dalam beribadah kita harus tahu betul tata cara dan urutan peribadatan, termasuk prioritas dan kefadholannya, jangan sampai terbalik, simpang siur. Ingatlah apa yang difirmankan Allah dalam surat Hujurat tentang orang Arab yang menyatakan amanna kepada Nabi, namun diingatkan oleh Allah untuk mengucapkan aslamna terlebih dahulu, bukan amanna. Sebab urutan dan tata caranya seseorang itu harus islam dulu baru kemudian iman bisa masuk ke dalamnya. Tidak iman begitu. Namun ada juga cerita dirangkaian ibadah haji, antara nyembelih, lempar jumrah dan cukur boleh yang mana dulu untuk dikerjakan dan itu semuanya benar.

Jadi dalam beribadah itu ada yang harus dikerjakan secara berurutan, tidak boleh terbolak balik, namun juga ada yang bisa dikerjakan tidak berurutan dan bisa bolak¬-balik. Oleh karena itu, cermatilah betul dalam manqul, jangan sampai keliru dan ro’yu. Ingatlah selalu akibatnya antara mandiin bayi dan bikin kopi.

Oleh :Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sambut HUT ke-80 RI, Polres Takalar dan Ormas Islam Bagikan Bendera Merah Putih

Sambut HUT ke-80 RI, Polres Takalar dan Ormas Islam Bagikan Bendera Merah Putih

August 16, 2025
Hadiri Pengajian LDII, Wali Kota Palangkaraya Serahkan Mobil Operasional

Hadiri Pengajian LDII, Wali Kota Palangkaraya Serahkan Mobil Operasional

August 22, 2023
LDII Kota Bandung dan Kemenag Selenggarakan Diklat Da’i untuk Tingkatkan Profesionalisme Pendakwah

LDII Kota Bandung dan Kemenag Selenggarakan Diklat Da’i untuk Tingkatkan Profesionalisme Pendakwah

August 5, 2025
Mendengkur Tak Lagi Dianggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung dan Stroke

Mendengkur Tak Lagi Dianggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung dan Stroke

May 15, 2025
Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

0
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

0
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

0
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

0
Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

March 14, 2026
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

March 13, 2026
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

March 13, 2026
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

March 13, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya March 14, 2026
  • Catatan Umroh Ramadan 2026 (2): March 13, 2026
  • Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa March 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.