Surabaya (14/10). Ketua DPW LDII Jatim, Moch Amrodji Konawi, mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Seremoni kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (12/10/2026), dengan tema “Jatim Unggul Maju Berkelanjutan”.
“LDII siap memperkuat kontribusi pembangunan daerah melalui delapan klaster pengabdian untuk mewujudkan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan,” ungkap Amrodji.
Ia juga memberikan apresiasi atas capaian 81 tahun Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan DPW LDII Jawa Timur senantiasa mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah melalui delapan klaster pengabdian yang kami jalankan.
“Delapan klaster pengabdian LDII menjadi wadah nyata organisasi dalam mendukung pembangunan daerah. Kontribusi ini mencakup pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian lingkungan,” jelasnya.
Amrodji menjelaskan melalui delapan klaster pengabdian ini, LDII terus berkontribusi sesuai bidangnya untuk mendukung pembangunan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan, termasuk memperkuat peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pembangunan yang menggabungkan kemajuan daerah, daya saing, dan keberlanjutan lingkungan. Ia menjelaskan arah pembangunan tersebut dijalankan melalui sembilan pilar atau disebut Nawa Bhakti Satya.
“Sembilan pilar pembangunan itu yakni Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Agro, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah Amanah, Jatim Harmoni, Jatim Lestari, dan Jatim Akses,” ungkapnya.
Gubernur Jatim tersebut menekankan bahwa, kesembilan pilar mencakup peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja, penguatan sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan, tata kelola pemerintahan, kerukunan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pemerataan akses dan konektivitas.
Khofifah juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Menurutnya, kita tidak mempunyai pilihan untuk membangun atau menjaga alam, melainkan membangun sembari merawat alam.
“Karena jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Dalam kerangka Gerbang Baru Nusantara, Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai penghubung produksi dan pasar, sekaligus mengoptimalkan potensi daerah untuk mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya.











