Merauke (20/9). Ketua MUI Papua Selatan sekaligus Ketua Yayasan Bhakti Muslim Papua, Abdul Awal Gebze, bersama Ketua DPW LDII Papua Selatan, Muh. Bahroni, membahas rencana pembangunan asrama dan pondok pesantren untuk pembinaan anak-anak muslim Papua. Pembahasan berlangsung saat Abdul Awal melakukan kunjungan silaturahim ke kantor DPW LDII Papua Selatan, Minggu (13/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana strategis pembangunan kompleks asrama dan pondok pesantren di wilayah Papua Selatan. Gagasan ini diarahkan untuk mendukung pembinaan generasi muda muslim di Papua.
Usai berdiskusi di Kantor DPW LDII Papua Selatan, Abdul Awal dan Bahroni melakukan survei ke lokasi yang direncanakan di Jalan Ring Road Arafura Payum, belakang Bandara Mopah, Kelurahan Samkai. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi dan kelayakan lahan yang akan digunakan.
Apabila hasil survei menyatakan lokasi tersebut layak, Bahroni menyampaikan komitmennya untuk mewakafkan lahan seluas 1,4 hektare kepada Yayasan Bhakti Muslim Papua. Lahan tersebut direncanakan digunakan sepenuhnya untuk pembangunan kompleks asrama dan pondok pesantren.
“Kami berharap rencana pembangunan ponpes ini dapat berjalan lancar serta membawa kemaslahatan dan keberkahan yang luas bagi pembinaan generasi muda muslim di Papua Selatan,” ujar Abdul Awal Gebze di sela-sela peninjauan.
Menurut Abdul Awal, rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muslim di Papua Selatan. Karena itu, pembangunan pesantren diharapkan dapat berjalan dengan perencanaan yang matang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setelah survei lapangan, kedua pimpinan melanjutkan diskusi di Kantor DPW LDII Papua Selatan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahim dan membangun sinergi antara MUI, LDII, dan Yayasan Bhakti Muslim Papua.
Menjelang akhir pertemuan, Bahroni menyerahkan Majalah Nuansa Persada kepada Abdul Awal sebagai cendera mata. Majalah tersebut memuat berbagai kegiatan dan kontribusi warga LDII di berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian silaturahim kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Abdul Awal Gebze.









