Purworejo (17/9). Sekitar 250 generus LDII Kabupaten Purworejo mengikuti Bootcamp Generus LDII Purworejo 2026. Acara berada di Pendopo Pantai Ketawang, Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa (25/8/2026).
Kegiatan bertema “Mencetak Generasi Bangsa yang Unggul dan Berdaya Saing” itu diikuti generus dari berbagai PAC LDII se-Kabupaten Purworejo. Pengurus DPD LDII Purworejo dan pendamping generus turut mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim membuka kegiatan. Ia menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah dan bangsa. “Pemuda jangan hanya menjadi objek pembangunan. Pemuda harus mampu menjadi subjek pembangunan,” kata Bangun.

Ia meminta generus memanfaatkan masa muda untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif juga diperlukan saat menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi.
“Manfaatkan masa muda untuk belajar, meningkatkan kemampuan, membangun jejaring, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Bangun juga menyampaikan kutipan Presiden pertama RI Soekarno tentang kekuatan pemuda dalam menentukan arah perubahan. Pesan tersebut ia sampaikan sebagai dorongan kepada peserta untuk terus mengembangkan kapasitas diri.

Ketua DPD LDII Kabupaten Purworejo, Sugiarto mengatakan pembinaan generasi muda dilakukan secara berkelanjutan. Materi pembinaan mencakup karakter, pemahaman agama, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi.
“Kami terus membina generus agar memiliki pengetahuan dan karakter yang baik. Mereka juga perlu memiliki kemandirian, kepedulian sosial, dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman,” kata Sugiarto.
Menurut Sugiarto, generus perlu memiliki bekal yang beragam untuk menghadapi perubahan. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada pengetahuan agama, tetapi juga pada keterampilan dan kemandirian.
“Bootcamp ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta. Kegiatan diarahkan untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, kemandirian, dan kreativitas,” tutupnya.










