Surabaya (5/11). Ketua Wanita LDII Jatim, Emie Santoso bersama rombongan audiensi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin beserta jajaran. Pertemuan tersebut membahas perlindungan anak dari dampak negatif internet.
Audiensi tersebut berlangsung di Kantor Diskominfo Jatim, Surabaya, pada Selasa (13/10/2026), “Kami mengapresiai program Perisai Anak kepada peserta, termasuk praktik penggunaannya. Program milik Diskominfo Jatim tersebut membantu orang tua memantau dan membatasi aktivitas digital anak, misalnya durasi penggunaan gawai, aplikasi yang diunduh, dan izin pengunduhan lewat akun orang tua,” jelas Emie.
Ia menilai orang tua perlu melek teknologi agar tidak tertinggal dari anak. Ia menekankan para ibu perlu memahami cara membatasi penggunaan gawai, mengenali tanda anak mulai kecanduan internet, serta mewaspadai paparan konten tidak pantas dan judi online.
“Kami juga menyoroti meningkatnya kasus yang menimpa anak dan remaja akibat paparan internet, mulai dari konten pornografi, kecanduan gim, hingga persoalan kesehatan mental. Pergaulan dan akses internet tanpa pendampingan disebut sebagai faktor yang perlu diwaspadai, bahkan di keluarga yang harmonis,” jelasnya.
Emie menilai kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) diperlukan untuk memaparkan jenis kasus yang dilaporkan beserta penanganannya. Melalui langkah tersebut, para ibu diharapkan dapat lebih terbuka wawasannya sehingga tidak lengah dalam mengawasi pergaulan anak.

Sementara itu, Kadiskominfo Jatim, Sherlita menjelaskan materi perlindungan anak bisa memakai studi kasus saat disampaikan. Menurutnya penjelasan sejumlah kasus yang dilaporkan di DP3AK dapat menjadi contoh dan diapat dijelaskan penanganannya, “Aslinya ibu-ibu itu bisa terbuka wawasannya, tidak terlalu percaya begitu saja pada anaknya, ternyata tahu-tahu anaknya sudah hancur seperti itu,” jelasnya.
Ia berharap organisasi perempuan, seperti Wanita LDII, Muslimat, dan Aisyiyah, bisa bergerak menyuarakan perlindungan anak dan perempuan. Selain itu, Sherlita mengajak para pengurus Wanita LDII Jatim yang hadir berkunjung ke RS Menur Surabaya. Di sana, ia akan menunjukkan sejumlah korban, baik korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun korban ketidakharmonisan hubungan orang tua dan anak, agar para ibu melihat langsung dampak persoalan keluarga terhadap anak.











