Paser (15/4). LDII Kabupaten Paser menggelar pengajian umum dan halal bihalal yang dihadiri Ribuan warga dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Acara itu bertujuan mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan ketakwaan.
Rangkaian acara yang digelar di Masjid Miftahul Huda, Tanah Grogot, pada Minggu (12/4/2026) itu diawali dengan pengajian bersama dipandu Ust. Nanang Chomaruddin dan tausiyah oleh Dewan Penasehat LDII Kabupaten Paser, Buang Raharjo.
Dalam tausiyahnya, Buang Raharjo mengatakan pentingnya menjaga esensi silaturahmi. “Halal bihalal bukan sekadar tradisi saling memaafkan atau sekadar ajang berkumpul, tetapi wujud nyata dari pembersihan hati. Kami berharap warga tidak hanya kembali fitrah secara sosial dan terhapus dosanya antarsesama manusia, tetapi juga membawa pulang ilmu agar semakin kuat keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT,” tuturnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Paser, Sofwan Setyawan, menyoroti kehadiran ribuan jamaah dalam acara ini menjadi wadah edukasi, sekaligus konsolidasi untuk membangun kerukunan umat. Selain itu juga menyeimbangkan hubungan dengan Allah SWT (hablumminallah) dan hubungan antarmanusia (hablumminannas).
“Acara hari ini adalah momentum yang sangat baik untuk memperkokoh kerukunan dan kekompakan warga di tingkat kabupaten. Di tengah dinamika sosial yang ada, LDII di Paser harus mampu menjadi perekat umat,” tegas Sofwan Setyawan.
Tidak hanya diisi dengan kegiatan spiritual, acara itu juga menjadi kegiatan sosial lewat bazaar kecil hasil pengumpulan kolektif warga. Peserta yang hadir saat itu dipersilakan memilih langsung pakaian yang diminati dengan kuota maksimal empat potong per orang.
Sistem itu mendapat tanggapan positif dari warga. Salah satu warga dari PAC LDII Sangkuriman, Sumanto mengungkapkan dengan program tersebut bermanfaat karena warga bisa memilih langsung pakaian sesuai kebutuhan masing-masing.
“Kegiatan berbagi pakaian ini sangat bermanfaat bagi kami yang dibebaskan memilih sendiri sesuai selera dan ukuran. Rasanya bermartabat seperti sedang berbelanja langsung, bukan sekadar menerima bantuan. Tali persaudaraan antarsesama warga benar-benar sangat terasa,” ungkap Sumanto dengan antusias.









