Serang (6/6). DPD LDII Kabupaten Serang menghadiri kegiatan pemotongan 1.000 domba yang digelar Pemerintah Kabupaten Serang bersama PT Kurma Adzwa Farm (KAF) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Acara berlangsung di areal Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Kamis (28/5/2026).
Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara, menyambut positif kolaborasi tersebut. Kehadiran LDII, kata dia, merupakan bentuk dukungan terhadap program kemanusiaan yang mengedepankan kepedulian sosial, “Kegiatan ini juga mendukung ketepatan penyaluran kurban kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyebut pemotongan 1.000 domba secara serentak tersebut sebagai project pilot nasional yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
“Ini menjadi project pilot se-Indonesia, karena baru kali pertama dilakukan pemotongan hewan sebanyak 1.000 domba dalam satu waktu,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat pemerataan distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 22.500 mustahik dari desil 1 hingga 3 di seluruh desa se-Kabupaten Serang ditetapkan sebagai penerima manfaat daging kurban yang dibagikan secara gratis.
Ia juga mengapresiasi Menteri Desa PDT, Yandri Susanto dan Owner PT KAF, Ikhsan David yang menginisiasi kerja sama dengan Pemkab Serang. Menurutnya, kolaborasi tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat.
“Karena beliau-beliau yang menginisiasi, berkoordinasi dengan kami, melakukan MoU dengan Kabupaten Serang, dan alhamdulillah kami bisa menyambut MoU ini. Karena ini semuanya untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.
MoU ini berlaku selama lima tahun ke depan. Bupati berharap jumlah hewan kurban dapat bertambah pada tahun-tahun mendatang. Pada kesempatan itu, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa kerja sama dengan PT KAF bertujuan melahirkan desa-desa domba, sapi, dan kambing untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha.
“Kabupaten Serang dipilih sebagai lokasi project pilot karena dinilai siap, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan, pelatihan juru sembelih halal (juleha), hingga keterlibatan dokter hewan untuk memastikan daging layak konsumsi,” jelasnya.
Melalui kegiatan itu, sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, organisasi kemasyarakatan Islam, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pelaksanaan Idul Adha yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.








