Jambi, (6/5). Pondok Pesantren Tawakkal Jambi yang merupakan ponpes binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong serentak yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Jambi pada Minggu pagi, 26 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh Wali Kota Jambi dalam rangka menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kota.
Antusiasme mengikuti program gotong royong yang dicanangkan Pemerintah Kota Jambi juga terlihat dari para santriwati Pondok Pesantren Tawakkal Jambi. Mereka tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi ikut turun langsung ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan yang digelar secara serentak.
Sejak pagi hari, para santriwati sudah mulai beraktivitas di area pondok. Dengan pembagian tugas yang sederhana, sebagian menyapu halaman, sebagian lain membersihkan kamar asrama, serta ada yang merapikan area taman dan selokan. Kegiatan berjalan dengan tertib, namun tetap santai dan penuh kebersamaan.
Yang menarik, suasana gotong royong di kalangan santriwati ini terasa hidup. Sambil bekerja, mereka saling bercanda ringan dan membantu satu sama lain, sehingga pekerjaan terasa lebih cepat selesai. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.
Salah satu pembina menyebutkan bahwa keikutsertaan santriwati bukan sekadar mengikuti program, tetapi juga bagian dari pembentukan sikap hidup bersih dan peduli lingkungan. “Hal-hal seperti ini yang ingin terus dibiasakan. Bukan hanya saat ada kegiatan, tapi menjadi bagian dari rutinitas,” ujarnya.
Program gotong royong yang diinisiasi oleh Wali Kota Jambi ini memang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran para santriwati Ponpes Tawakkal menjadi bukti bahwa generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren, juga siap berkontribusi dalam menjaga kebersihan kota.
Salah satu pengurus pondok menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah kota, sekaligus bagian dari pembinaan karakter santri. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan adalah hal sederhana, tetapi dampaknya besar jika dilakukan bersama-sama.

“Melalui kegiatan seperti ini, santri belajar untuk peduli, tidak hanya pada lingkungan pondok, tapi juga sekitar. Ini juga jadi kebiasaan baik yang diharapkan bisa terus dibawa ke mana pun mereka nanti,” ujarnya.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat hubungan antara warga pondok dan masyarakat sekitar. Beberapa warga tampak ikut bergabung, sehingga gotong royong berjalan lebih ringan dan cepat selesai.
Program gotong royong serentak ini diharapkan bisa terus berjalan secara rutin di Kota Jambi. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan diharapkan semakin meningkat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.










