Jember (29/10). Empat jurnalis LDII News Network (Lines) DPD LDII Jember mengikuti workshop fotografi jurnalistik dan news anchor untuk meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia di bidang jurnalistik. Kegaitan tersebut diselenggarakan oleh Radar Jember pada Kamis (16/7/2026).
“Pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam penyajian informasi di berbagai platform media. Selama ini LINES Jember aktif mempublikasikan berbagai kegiatan sosial dan dakwah,” ujar anggota LINES Jember, Vindi.
Ia berharap melalui pelatihan itu, timnya memperoleh pengetahuan baru untuk menghasilkan artikel foto maupun konten video yang lebih profesional, informatif, dan tetap berpedoman pada kaidah jurnalistik.
Ia menjelaskan kemampuan jurnalistik visual dan penyampaian informasi di depan kamera, menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan di tengah berkembangnya media digital. Karena itu, peningkatan kapasitas jurnalis perlu dilakukan secara berkelanjutan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin berkualitas
“Workshop sehari itu diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas kreatif dan media kampus di Kabupaten Jember. Peserta memperoleh materi mengenai teknik fotografi jurnalistik, pelaporan di depan kamera, hingga praktik membawakan berita,” jelasnya.
Vindi menuturkan saat sesi fotografi jurnalistik, peserta dibekali pemahaman bahwa foto berita tidak hanya ditentukan oleh komposisi visual, tetapi juga harus memiliki nilai informasi. Ia menyanpaikan pemateri menekankan pentingnya akurasi, keberimbangan, serta kemampuan menangkap momen yang mampu menjelaskan suatu peristiwa kepada pembaca.
“Selama pelatihan, peserta juga mengikuti praktik pengambilan gambar dengan mencari sudut pandang yang dapat merepresentasikan unsur-unsur dasar berita. Hasil foto kemudian dipresentasikan dan dievaluasi bersama untuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan saat sesi news anchor, peserta mempelajari teknik menyampaikan berita di depan kamera, mulai dari penguasaan bahasa tubuh, artikulasi, intonasi, hingga penyampaian naskah secara runtut. Menurutnya, praktik ini penting diikuti sebagai simulasi siaran layaknya reporter televisi, dan memperoleh masukan langsung dari praktisi media.










