Kebumen (20/8). DPD LDII Kabupaten Kebumen menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dihelat di dua pondok pesantren pada Senin, (17/8/2026).
Upacara berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baitussyakur di Kuwarasan dan Pondok Pesantren Al Hidayah di Prembun, Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti pengurus, warga LDII, santri, generasi muda, serta tokoh masyarakat.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen Gunardi mengajak warga LDII memahami kemerdekaan sebagai hasil perjuangan panjang berbagai elemen bangsa. Menurut dia, kemerdekaan lahir dari perjuangan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan seluruh komponen bangsa. Perjuangan itu melibatkan berbagai suku, agama, ras, dan golongan dari Sabang sampai Merauke,” kata Gunardi.
Gunardi mengatakan peringatan kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak warga LDII menjaga persatuan, menaati hukum, dan mengambil peran dalam pembangunan.
“Upacara bukan hanya kegiatan seremonial. Kita perlu mengisi kemerdekaan melalui tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Setiap warga memiliki peran sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Gunardi, DPD LDII Kebumen juga telah mengawali rangkaian peringatan kemerdekaan melalui kegiatan Gerakan Kerja Bakti Nasional 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut arahan DPP LDII kepada pengurus dan warga LDII di berbagai daerah.
“Kebersihan lingkungan menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada negeri. Kami ingin kegiatan seperti kerja bakti terus dilakukan secara rutin dan tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan,” kata Gunardi.
Pada kesempatan itu, Gunardi juga mengatakan bahwa pembinaan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga karakter kebangsaan di lingkungan LDII Kebumen. Ia mendorong para pemuda untuk aktif dalam kegiatan sosial, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta menggunakan teknologi untuk kegiatan produktif.
“Generasi muda harus mampu memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi positif. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum diperiksa kebenarannya. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan membangun hubungan sosial yang baik,” pungkasnya.











