Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Peringati Hari Konstitusi, DPP LDII Tekankan Pentingnya Constitutional Culture bagi Generasi Muda

2026/08/18
in Nasional
0
Ketua DPP LDII, Profesor. Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan kesadaran berkonstitusi harus bergeser dari constitutional knowledge menuju constitutional culture. Foto: LINES

Ketua DPP LDII, Profesor. Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan kesadaran berkonstitusi harus bergeser dari constitutional knowledge menuju constitutional culture. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (18/8). Peringatan Hari Konstitusi, menjadi momentum yang baik bagi generasi muda Indonesia untuk lebih sadar berkontsitusi. Kesadaran berkonstitusi harus bergeser dari constitutional knowledge menuju constitutional culture. Hal tersebut disampaikan Ketua DPP LDII, Profesor. Singgih Tri Sulistiyono, pada Selasa (18/8/2026).

“Generasi muda jangan hanya diminta menghafal konstitusi, tetapi harus dibuat merasakan mengapa konstitusi penting bagi kehidupan mereka. Constitutional culture dimulai dengan membawa persoalan konstitusi ke dalam pengalaman konkret generasi muda,” ungkapnya.

Guru Besar Universitas Diponegoro tersebut mencontohkan constitutional culture harus diwujudkan dalam beberapa hal, seperti kebebasan beragama, hak memperoleh pendidikan, persamaan di depan hukum, kebebasan berpendapat sekaligus tanggung jawab atas pendapat tersebut, perlindungan dari diskriminasi, serta kewajiban menghormati hak orang lain.

Pendidikan konstitusi juga harus masuk ke ruang digital melalui konten kreatif, diskusi, simulasi musyawarah, pendidikan kepemimpinan, dan kegiatan sosial lintas kelompok.

“Indikator keberhasilannya sederhana, anak muda yang sadar konstitusi bukan hanya mengetahui haknya, tetapi memahami batas haknya ketika berhadapan dengan hak orang lain. Di situlah tumbuh kedewasaan berdemokrasi,” jelasnya.

Prof. Singgih juga menjelaskan, bahwa DPP LDII terus menekankan tentang pemahaman wawasan kebangsaan tidak boleh hanya berhenti sebagai pengetahuan formal atas Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika saja. Melainkan, nilai kebangsaan harus diterjemahkan menjadi perilaku dan etika kehidupan keseharian seluruh warga negara.

“Karena itu, masjid, pengajian, pondok pesantren, keluarga, dan forum pembinaan generasi penerus, harus sekaligus menjadi ruang pendidikan kebangsaan. Pesan yang harus sampai ke akar rumput sederhana yaitu menjadi warga negara yang baik merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan,” ujarnya.

Dengan demikian, agama tidak hanya dijadikan sebagai kekuatan yang berhadapan dengan negara, melainkan energi etik untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di era digital, algoritma media sosial mudah membentuk echo chamber yang mana orang hanya mendengar kelompoknya sendiri, dan menganggap kelompoknya paling benar, kemudian memandang pihak lain sebagai lawan.

“Di sinilah ormas keagamaan memiliki tanggung jawab besar. Ormas jangan sampai menjadi bagian dari mesin polarisasi, melaiankan menjadi jembatan sosial. LDII konsisten menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok serta membangun komunikasi dengan pemerintah, TNI-Polri, ormas Islam lain, tokoh agama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ketika terjadi konflik horizontal, konstitusi harus menjadi titik kembali bersama. Konstitusi harus menjadi rumah bersama, sedangkan agama memberikan fondasi moral agar berisi keadaban, keadilan, dan kemanusiaan.

Negara wajib menjamin persamaan warga negara, kebebasan beragama, perlindungan hukum, dan penyelesaian konflik secara adil. Tidak boleh ada kelompok yang merasa berada di atas hukum hanya karena mayoritas, dan sebaliknya tidak boleh ada kelompok yang merasa tidak menjadi bagian dari bangsa hanya karena minoritas.

“Ormas Islam mempunyai posisi strategis karena memiliki jaringan sosial sampai tingkat paling bawah. Ketika terjadi gesekan, tokoh agama seharusnya menjadi pemadam konflik, bukan produsen konflik.

Ketua DPP tersebut menegaskan bahwa mimbar agama tidak boleh digunakan untuk memperbesar prasangka. Ormas harus membuka komunikasi, tabayun, mediasi, dan kerja sama lintas kelompok. Menurutnya, Bhineka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan negara, tetapi teknologi sosial bangsa Indonesia untuk mengelola kemajemukan.

“Saya berpesan pada Hari Konstitusi 2026, jangan memperlakukan konstitusi hanya sebagai dokumen hukum yang dibuka ketika terjadi sengketa politik. Konstitusi harus hidup dalam perilaku negara dan perilaku warga negara,” tegasnya.

Dunia sedang menghadapi ketidakpastian geopolitik, perang dan konflik regional, kompetisi ekonomi, perubahan iklim, disrupsiteknologi dan AI, perang informasi, serta menguatnya politikidentitas.

“Situasi seperti ini, ketahanan nasional tidak cukup dibangun dengan kekuatan ekonomi dan pertahanan saja. Kita membutuhkan ketahanan konstitusional, yaitu kepercayaan bahwa perbedaan dan konflik dapat diselesaikan melalui aturan, musyawarah, hukum, dan institusi demokratis, bukan melalui kekerasan dan pemaksaan kehendak,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah harus konsisten menjalankan konstitusi, elite politik harus memberikan keteladanan, ormas harus menjaga persatuan, dan masyarakat harus semakin dewasa dalam menggunakan hak-hak demokratisnya.

“Jangan sampai kita sangat lantang menuntut hak konstitusional, tetapi lupa menghormati hak konstitusional orang lain,” tegasnya.

Pada akhirnya, UUD 1945 bukan hanya milik negara, pemerintah, DPR, atau lembaga peradilan. Konstitusi adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya menjaga konstitusi berarti menjaga kesepakatan untuk tetap hidup bersama sebagai satu bangsa di tengah segala perbedaan.

“Dalam semangat 81 tahun Indonesia merdeka, tugas kita bukan hanya mempertahankan kemerdekaan, tetapi memastikan bahwa kemerdekaan itu menghadirkan keadilan, persatuan, kesejahteraan, kemakmuran dan martabat bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.

Tags:  Constitutional CultureDPP LDIIHari Konstitusi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ipa Slamet on Pemkab Subang Apresiasi Pembinaan Karakter Pemuda LDII
  • Tia Gustiara on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Angka DH on LDII Kabupaten Bandung Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin
  • Angka DH on LDII Jabar Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Siapkan 100 Agen Pos Baru
  • Bapak Zaini on LDII Ciparay Gelar Perkemahan CAI, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Mimika Resmikan Masjid Miftahul Huda Naungan LDII

Bupati Mimika Resmikan Masjid Miftahul Huda Naungan LDII

August 28, 2026
LDII Hadiri Undangan Pemprov Jatim untuk Persiapan Peringatan Maulid Nabi

LDII Hadiri Undangan Pemprov Jatim untuk Persiapan Peringatan Maulid Nabi

August 27, 2026
LDII Silaturahim dengan Diskominfotik Provinsi Bengkulu Diskusikan Rencana Pelatihan Jurnalistik

LDII Silaturahim dengan Diskominfotik Provinsi Bengkulu Diskusikan Rencana Pelatihan Jurnalistik

August 28, 2026
LDII Papua Selatan Ajak Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

LDII Papua Selatan Ajak Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

August 27, 2026
Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

0
LDII Kota Bima Ajak Santri Ponpes Al Aziz Isi Kemerdekaan dengan Amal, Ilmu, dan Karya

LDII Kota Bima Ajak Santri Ponpes Al Aziz Isi Kemerdekaan dengan Amal, Ilmu, dan Karya

0
LDII Lamasi Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT ke-81 RI

LDII Lamasi Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT ke-81 RI

0
Ikuti Upacara HUT RI di Kantor Gubernur Banten, LDII Komitmen Isi Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045

Ikuti Upacara HUT RI di Kantor Gubernur Banten, LDII Komitmen Isi Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045

0
Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

September 6, 2026
LDII Kota Bima Ajak Santri Ponpes Al Aziz Isi Kemerdekaan dengan Amal, Ilmu, dan Karya

LDII Kota Bima Ajak Santri Ponpes Al Aziz Isi Kemerdekaan dengan Amal, Ilmu, dan Karya

September 6, 2026
LDII Lamasi Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT ke-81 RI

LDII Lamasi Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT ke-81 RI

September 6, 2026
Ikuti Upacara HUT RI di Kantor Gubernur Banten, LDII Komitmen Isi Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045

Ikuti Upacara HUT RI di Kantor Gubernur Banten, LDII Komitmen Isi Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045

September 6, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI September 6, 2026
  • LDII Kota Bima Ajak Santri Ponpes Al Aziz Isi Kemerdekaan dengan Amal, Ilmu, dan Karya September 6, 2026
  • LDII Lamasi Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT ke-81 RI September 6, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.