Sleman (20/7). Pengurus DPD LDII Kabupaten Sleman menghadiri pengajian rutin lintas masjid yang digelar warga Padukuhan Ngropoh dengan tema “Mewujudkan Kerukunan untuk Beribadah dan Menjalani Kehidupan yang Lebih Harmonis”. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026) tersebut berlangsung di Masjid Baitul Birrii, Widoro Baru, Kapanewon Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengajian itu menjadi wadah mempererat silaturahmi antarjamaah, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Ketua Takmir Masjid Baitul Birrii, Sarjono, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan Badan Pembina Umat Islam (BPUI) Padukuhan Ngropoh yang menunjuk Masjid Baitul Birrii sebagai tuan rumah.
Menurutnya, keberadaan tujuh masjid di Padukuhan Ngropoh menjadi modal besar untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui berbagai kegiatan bersama, “Kami ingin masjid menjadi pusat pembinaan umat, bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga ruang membangun karakter, mempererat persaudaraan, dan menyiapkan generasi yang memiliki akhlak baik. Sinergi antarmasjid menjadi kekuatan untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” kata Sarjono.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman, Suwarjo, menilai pengajian rutin lintas masjid merupakan sarana efektif membangun komunikasi antarwarga sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bergilir mampu memperluas silaturahmi dan mendorong kolaborasi dalam berbagai program sosial kemasyarakatan.
“LDII terus mendorong kegiatan pengajian yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Melalui forum seperti ini, hubungan antarsesama semakin erat, pembinaan warga berjalan berkesinambungan, dan budaya saling menghormati dapat terus dipelihara,” ujar Suwarjo.
Suwarjo menambahkan, pembinaan yang dilakukan LDII tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda agar memiliki etika, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, masjid memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan karakter yang mampu melahirkan pribadi-pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang di berbagai wilayah Sleman. Kolaborasi antara pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga kehidupan sosial yang harmonis,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Rozak mengulas pentingnya membangun kehidupan bermasyarakat dengan berlandaskan iman, ketakwaan, serta sikap saling menghargai. Ia mengajak jamaah memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Menurutnya, kerukunan lahir dari kesediaan setiap individu untuk saling menghormati, mengedepankan musyawarah, serta memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibadah tidak berhenti pada hubungan dengan Sang Pencipta, tetapi juga tercermin dalam cara kita memperlakukan sesama. Kerukunan akan tumbuh ketika setiap orang menjaga lisan, perilaku, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Abdul Rozak.









