Denpasar (21/5). Cendekiawan NU Ahmad Ali MD melakukan penelitian observasi mengenai kiprah sosial kemasyarakatan LDII Bali. Ia mengunjungi Ketua Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet untuk silaturrahim.
Ahmad Ali MD dan para pengurus DPW LDII Bali diterima Ida Pangelingsir di Puri Den Bencingah, Klungkung, pada Kamis (21/5/2026). Dalam kunjungan itu, Ahmad Ali mendukung FKUB Bali dalam upayanya menjaga kerukunan umat beragama dan penguatan nilai nasionalisme. “Saya berkunjung ke FKUB hari ini dalam rangka silaturahmi sekaligus penggalian data terkait peran serta LDII dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, khususnya di Bali ini,” ujarnya.
Ahmad Ali MD menambahkan bahwa pertemuan tersebut memberikan banyak masukan terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan yang dijalankan LDII di Bali, “Ini masukan untuk saya bahwa LDII di sini sudah menerapkan dan menguatkan nilai-nilai kebangsaan, ikut mendorong penguatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945,” katanya.
Sementara itu, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet juga mengapresiasi kiprah LDII dalam menjaga keutuhan bangsa dan semangat nasionalisme. “LDII itu terdepan dalam menjaga NKRI, menjaga nasionalismenya, keislamannya. Itu yang dibutuhkan oleh Indonesia,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga rasa saling percaya dan toleransi antarumat beragama demi memperkuat persatuan bangsa.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Bali, Hardilan turut mendukung penelitian dan penulisan yang dilakukan Ahmad Ali MD mengenai peran LDII di tengah masyarakat, “Kami mendukung apa yang Dr. Ahmad Ali MD sedang kerjakan, termasuk salah satunya kami mendampingi bertemu dengan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet selaku Ketua FKUB Provinsi Bali,” ujarnya.
Ia juga berharap hasil karya terbaru Ahmad Ali MD dapat semakin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kontribusi LDII dalam kehidupan berbangsa. “Kami juga menunggu hasil dari buku ke-3, sekaligus menjawab peran serta LDII di masyarakat tentang nasionalisme,” tandasnya. (nom)









