Denpasar (22/4). Bertepatan dengan bulan Syawal, generasi muda LDII se-Provinsi Bali menghadiri pengajian sekaligus halal bihalal dan keakraban. Acara itu menjadi wadah memperkokoh persaudaraan dan silaturahim antargenerasi muda.
Dewan Penasihat DPW LDII Bali, KH Suyuti saat itu berpesan, peran generasi muda LDII Bali penting dalam menjaga harmoni persaudaraan.
Ia juga mengingatkan agar pemuda LDII tidak hanya fokus pada kesenangan duniawi, tetapi juga menyiapkan diri secara matang untuk menempuh jenjang pernikahan sebagai bagian dari ibadah. ”Peningkatan kualitas ibadah harian tetap menjadi prioritas utama sebagai bekal menuju kehidupan di akhirat kelak,” pesannya.
Karena itu ia menambahkan, para pemuda LDII Bali dapat merefleksikan diri menjadi pribadi yang lebih religius, rukun, dan kompak. Semangat halal bihalal ini menjadi bahan bakar baru bagi mereka untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa di tengah keberagaman.
Sementara itu acara yang diisi pendalaman materi agama oleh mubaligh LDII Bali, Ustaz Nanang Hidayat. Dalam tausiyahnya, ia mengupas tuntas mengenai manfaat bersikap saling memaafkan, hidup dalam kedamaian, serta menjaga dan menjalin silaturahim, mengutip surah Al Hujurat ayat 9-10.
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, sehingga jika terjadi perselisihan, kewajiban sesama muslim adalah melakukan islah (mendamaikan). ”Karena itu, momen halal bihalal setelah Lebaran menjadi sarana yang tepat untuk mempererat hubungan, menghapus kesalahan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” terang Ustaz Nanang.
Acara ini juga diselingi dengan sesi interaktif yang seru dan menarik. Peserta yang kedapatan tidak membawa camilan berdasarkan inisial nama, diberikan tantangan berupa pertanyaan-pertanyaan unik terkait filosofi kehidupan dan wawasan umum. Sesi ini berhasil mencairkan suasana dan membangun keakraban antarpeserta. (dea)








