Bontang (28/7). DPD LDII Kota Bontang menggelar Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) 2026. Acara itu menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus memperkuat semangat kebangsaan generasi muda.
Kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan Pondok Harmoni, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, pada 17–19 Juli lalu itu, diikuti sekitar 80 generasi muda. Ketua panitia, Anggi Kurniawan mengatakan, kegiatan itu adalah upaya membina karakter generasi muda menjadi profesional religius, menambah wawasan kebangsaan, serta siap menghadapi tantangan zaman.
“Melalui kegiatan Permata CAI, kami berupaya mencetak generasi muda yang profesional, religius, mencintai lingkungan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa. Harapannya, para peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun bangsa dan negara,” ujar Anggi.
Permata CAI merupakan agenda pembinaan tahunan LDII yang menjadi sarana menempa generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, dan berjiwa Pancasila. Kegiatan ini memadukan pembinaan spiritual (keislaman) dengan pendidikan kepemimpinan, kemandirian, kewirausahaan, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui acara itu, DPD LDII Kota Bontang menargetkan penerapan karakter luhur, pemuda peduli lingkungan, serta memiliki wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. “Nantinya mampu melahirkan generasi muda yang menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Anggi.
Para peserta diharapkan mampu menjadi pemuda yang mandiri, produktif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Kota Bontang. Selain itu, mereka diharapkan memiliki akhlak mulia, profesional dalam berkarya, religius dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif dengan berbekal ilmu agama yang kuat.
Ia juga berharap, para peserta terus menjaga kelestarian lingkungan, diterapkan secara nyata di lingkungan tempat tinggal masing-masing, sehingga para pemuda dapat menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian alam sekaligus membangun masyarakat yang lebih baik.







