Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Menjawab Krisis Lingkungan dengan Konsep Karakter Luhur

2026/06/05
in Nasional
0
Ilustrasi: Pinterest.

Ilustrasi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Siham Afatta*

Pada awal 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI mengungkap bahwa Indonesia menghasilkan sampah tiap harinya sekitar 143.000 ton. Estimasi ini didapati dengan rata-rata tiap orang membuang sampah 0,5 kilogram setiap harinya dan 17 persen di antaranya adalah plastik.

Namun hanya 26 persen dari sampah, atau sekitar 37 ribu ton yang terkelola setiap harinya. Angka yang jauh dari target pengurangan 70 persen sampah plastik pada 2025. Pemerintah memproyeksikan jika tidak ada perubahan nyata, seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia akan penuh sebelum 2028.

Krisis tersebut sudah di depan pintu. Di Jawa, TPA Piyungan di Yogyakarta resmi ditutup pada Maret 2024 karena menerima sampah hampir dua kali lipat kapasitas idealnya, sementara TPA Bantar Gebang di Bekasi — yang menampung sampah seluruh Jakarta — kini menjulang setinggi gedung 16 lantai dengan total timbulan 39 juta ton. Yang paling mencolok adalah TPA Sarimukti di Jawa Barat, yang menanggung beban sampah hampir 13 kali lipat dari kapasitas yang semestinya.

LDII melalui “29 Karakter Luhur” telah lama menanamkan nilai-nilai yang — bila dihayati sungguh-sungguh — adalah jawaban siap pakai untuk krisis lingkungan ini. Karakter tersebut terangkum dalam tujuh kelompok: Tri Sukses (Akhlaqul Karimah, Alim Faqih, Mandiri), 6 Tabiat Luhur (Rukun, Kompak, Kerja Sama yang Baik, Jujur, Amanah, Mujhid Muzhid), 4 Tali Keimanan, 3 Prinsip Kerja, 4 Maqodirulloh, 4 Roda Berputar, dan 5 Syarat Kerukunan dan Kekompakkan.

Pertanyaannya: seberapa langsung nilai-nilai itu terhubung ke tindakan nyata mengatasi krisis sampah? Jawaban paling langsung ada pada karakter mujhid muzhid — bersungguh-sungguh sekaligus hidup hemat. Dalam konteks lingkungan, hemat bukan hanya soal uang; ia berarti menolak pemborosan kemasan sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, memilih produk isi ulang, dan menghindari gaya hidup konsumtif yang menjadi akar dari krisis plastik.

Berpasangan dengan mujhid muzhid adalah karakter mandiri: warga yang mandiri tidak menunggu truk sampah pemerintah untuk mengurus sisa sampah organik di dapurnya. Mereka membuat kompos sendiri, memilah, bahkan mengolah sampah rumah tangga dari sumbernya. Ini bukan idealisme.

Di Kota Tabanan, Bali, Imam Kambali memanfaatkan limbah plastik dari masyarakat menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara solar, minyak tanah, dan bensin. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DPW LDII DIY pada 2023 meluncurkan program “Kyai Peduli Sampah” yang mengajak kelompok-kelompok pengajian dan majelis taklim untuk aktif kurangi produksi sampah di masyarakat.

Kerja sama yang baik dan “4 Roda Berputar” adalah dua karakter berikutnya yang paling erat dengan gerakan lingkungan berbasis komunitas. Penelitian berbasis komunitas di pantai, permukiman, dan kawasan industri secara konsisten menunjukkan bahwa ketika masyarakat terlibat aktif dari sumbernya, beban pengelolaan di hilir berkurang dan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga.

Kerja Sama yang baik bertalian dengan nilai “4 Roda Berputar” — yang kuat membantu yang lemah, yang bisa mengajari yang belum bisa — mendorong penyebaran pengetahuan yang organik: warga yang mengetahui cara memilah sampah mendampingi tetangga yang belum faham, bekerja sama menerapkan pelatihan yang sudah diterima dari pemerintah dan pihak-pihak.

Tahun 2025 lalu di Riau, warga LDII bekerja sama dengan Perbanusa, pemerintah, tokoh masyarakat  dan warga RW 05 Kampung Proklim, telah berhasil mengolah 20 ton sampah dari total 750 ton sampah di Pekanbaru menjadi Petasol, mendorong ekonomi sirkular untuk diversifikasi usaha ekonomi alternatif setempat.

Karakter Jujur, Amanah, dan 3 Prinsip Kerja (Benar, Kurup, Janji) menopang manajemen gerakan lingkungan dari dalam. Koordinator bank sampah yang amanah tidak memanipulasi data timbangan; prinsip kurup memastikan jadwal pengambilan sampah pilahan benar-benar ditepati, bukan mangkrak karena kelalaian.

Nilai-nilai ini kini menemukan wujud modernnya dalam ekosistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang tumbuh di berbagai kota: Waste4Change memungkinkan setiap kilogram sampah dilacak hingga ke fasilitas daur ulangnya, rekosistem mengonversi sampah pilahan menjadi saldo dompet digital, sementara Mallsampah dan Octopus menjemput sampah langsung dari rumah tangga via aplikasi — semuanya hanya bekerja jika penggunanya jujur memilah dan disiplin menyetor.

Karakter akhlaqul karimah, rukun, dan kompak menjadi perekat gerakan sosial. Akhlaqul karimah mengajarkan cara menegur tetangga yang membakar sampah di halaman belakang dengan santun, bukan dengan konfrontasi. Rukun dan Kompak memastikan bahwa gerakan pilah sampah di tingkat RT tidak pecah karena ego atau beda pandangan.

Sementara 5 Syarat Kerukunan — salah satunya “tidak merusak diri sendiri maupun orang lain” — memiliki makna preservasi lingkungan yang mendalam. Rasulullah SAW bersabda, “Laa dharara wa laa dhirara” — tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain. Para ulama memperluas maknanya untuk mencakup alam: dhirar berarti menyakiti khalayak umum, termasuk lingkungan hidup yang juga makhluk yang menyembah Allah SWT. Sehingga membuang sampah dan limbah ke sungai bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga masalah penganiayaan. Pelanggaran etis yang sudah diperingatkan sejak 14 abad lalu.

Karakter individual mendalam seperti alim faqih, bersyukur, dan sabar bekerja sebagai fondasi motivasi, bukan aksi langsung. Namun jika fondasi ini tidak kokoh, aksi di atas tidak akan bertahan lama, tidak berkelanjutan, atau angin-anginan. Warga yang alim faqih memahami bahwa dalam Islam, menjaga alam menjadi upaya menjaga syariat Islam. Ia tidak perlu disuruh dua kali untuk tidak membuang sampah sembarangan karena ia tahu itu bagian dari ibadah.

Bersyukur atas alam berarti merawat alam — bukan mengeksploitasinya. Dan sabar adalah karakter yang paling dibutuhkan dalam perubahan perilaku jangka panjang: mengubah kebiasaan memilah sampah membutuhkan konsistensi; dan tanpa kesabaran, sebagian besar gerakan lingkungan komunitas akan berhenti sebelum hasilnya terlihat. Sabar sebab yakin manfaatnya akan terasa untuk lapisan generasi selanjutnya, anak turun kita merasakannya.

Bumi yang bersih bukan hanya masalah teknis pengelolaan sampah. Ia adalah cerminan akhlak kolektif sebuah komunitas — apakah warganya hemat atau boros, jujur atau manipulatif, bersatu atau egois, sabar atau lekas menyerah.

LDII memiliki jaringan warga yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dengan sistem pembinaan karakter yang konsisten menjadi  modal sosial yang luar biasa. Modal yang selama ini terutama digerakkan ke dalam komunitas sendiri, menguatkan gerakan kolektif lingkungan dengan masyarakat dan berbagai pihak.

Pada 5 Juni 2026 ini, dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tahun ini, UNEP mengusung tema Inspired by Nature. For Climate. For Our Future dengan seruan global #NowForClimate. Slogan kali ini ingatkan kita untuk tidak hanya peduli, tetapi menjadi pelaku.

Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia merespons dengan tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, menegaskan bahwa momentum ini bukan untuk seremoni, melainkan untuk mobilisasi nyata menghadapi apa yang UNEP sebut sebagai Triple Planetary Crisis: perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran.

Krisis pencemaran sampah Indonesia berada tepat di jantung tiga ancaman itu sekaligus. Bagi warga LDII,  kita jawab krisis lingkungan dengan 29 karakter luhur: dimulai dari diri sendiri, lalu bersama-sama, mewariskan bangsa yang lestari untuk penerus kita nanti.

*) Siham Afatta, Ph.D., adalah Anggota Departemen Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) DPP LDII.

Tags: Hari Lingkungan Hidup SeduniaKarakter LuhurKrisis Lingkungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Supardo on Wamenhaj Kunjungi LDII Tarakan, Ajak Generasi Muda Sehat Fisik dan Intelektual
  • Edy purwanto on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Sigit Budi Nugroho on LDII dan BJB Syariah Jajaki Kolaborasi Ekonomi Umat Berbasis Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Taubat

August 3, 2009

Walikota Pekanbaru Buka Camping CAI 2009

July 27, 2009
Kolaborasi LDII dan Ketua DPRD Sawahlunto, Bagi Keberkahan Melalui Pabukoan

Kolaborasi LDII dan Ketua DPRD Sawahlunto, Bagi Keberkahan Melalui Pabukoan

March 10, 2026

Apakah LDII itu?

September 18, 2008
LDII Teluk Bintuni Tekankan Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Ekonomi

LDII Teluk Bintuni Tekankan Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Ekonomi

0
Menjawab Krisis Lingkungan dengan Konsep Karakter Luhur

Menjawab Krisis Lingkungan dengan Konsep Karakter Luhur

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Gaya Hidup Mujhid Muzhid dan Mandiri Atasi Persoalan Sampah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Gaya Hidup Mujhid Muzhid dan Mandiri Atasi Persoalan Sampah

0
LDII Kabupaten Bandung Ajak Jadikan Idul Adha Momentum Memperkuat Solidaritas

LDII Kabupaten Bandung Ajak Jadikan Idul Adha Momentum Memperkuat Solidaritas

0
LDII Teluk Bintuni Tekankan Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Ekonomi

LDII Teluk Bintuni Tekankan Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Ekonomi

June 5, 2026
Menjawab Krisis Lingkungan dengan Konsep Karakter Luhur

Menjawab Krisis Lingkungan dengan Konsep Karakter Luhur

June 5, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Gaya Hidup Mujhid Muzhid dan Mandiri Atasi Persoalan Sampah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Gaya Hidup Mujhid Muzhid dan Mandiri Atasi Persoalan Sampah

June 5, 2026
LDII Kabupaten Bandung Ajak Jadikan Idul Adha Momentum Memperkuat Solidaritas

LDII Kabupaten Bandung Ajak Jadikan Idul Adha Momentum Memperkuat Solidaritas

June 5, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Teluk Bintuni Tekankan Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Ekonomi June 5, 2026
  • Menjawab Krisis Lingkungan dengan Konsep Karakter Luhur June 5, 2026
  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LDII Tekankan Gaya Hidup Mujhid Muzhid dan Mandiri Atasi Persoalan Sampah June 5, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.