Jakarta (30/9). Acara International Grand Imams Conference (IGIC) yang berlangsung selama tiga hari resmi ditutup. Seremoni penutupan dilaksanakan pada Sabtu (28/9) di Hotel Grand Sahid Jakarta.
Dalam acara penutupan tersebut, disampaikan sebuah pesan penting yang disebut dengan istilah “Jakarta Understanding”. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, secara khusus menyoroti fungsi masjid harus lebih dari sekadar tempat untuk menunaikan ibadah salat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menyampaikan masjid diharapkan dapat mencakup segala hal yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. “Tadi dibacakan pada acara penutupan yang disebut Jakarta *Understanding*. Jadi fungsi masjid itu lebih dari sekedar tempat salat, tapi memang mencakup semua kemaslahatan umat, ya termasuk tempat pertemuan, kegiatan sosial, pendidikan, bahkan mencari solusi-solusi terhadap perbedaan dan juga persoalan yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong agar masjid-masjid yang berada di lingkungan LDII dapat menerapkan fungsi-fungsi tersebut secara inklusif. “Intinya, kita bisa belajar, masjid-masjid di lingkungan LDII bisa menerapkan fungsi-fungsi tersebut, terbuka untuk umum, kemudian juga menjadi jembatan terhadap perbedaan-perbedaan yang ada dan juga mencari solusi di masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa lingkungan masjid harus menjadi tempat pendidikan mulai dari usia dini sampai dengan manula, serta tempat bermusyawarah untuk mencari solusi atas persoalan di masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Pendidikan dan Dakwah Dwi Pramono turut memberikan pandangannya mengenai peran masjid dan imam, yang tidak hanya terbatas pada sarana ibadah atau sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan.
“Seperti yang sudah disampaikan oleh Menag Prof. Nazaruddin Umar tadi, bagaimana masjid itu bukan hanya menjadi tempat transfer keilmuan saja. Tapi bagaimana seorang imam yang mengimami masjid itu bisa menjadi role model bagi anak-anak, bagi para jamaahnya,” jelas Dwi Pramono.
Ia juga menegaskan bahwa masjid memiliki peran penting sebagai sarana untuk mendidik dan menanamkan karakter yang luhur bagi umat. Masjid menjadi tempat imam bisa membangun atau mendidik, menanamkan karakter kepada para jamaah-jamaahnya.
“Sehingga masjid bukan hanya sebagai tempat untuk sarana ibadah, untuk salat, untuk berkumpul saja tidak, tapi membangun ukhuwah dan juga kemudian bisa menanamkan karakter yang baik, karakter yang luhur kepada para makmumnya,” pungkasnya.










