Kupang (21/10). DPW LDII Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pengajian rutin khusus putri untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperkuat pemahaman agama. Pengajian tersebut juga membekali ibu dan remaja putri dalam membangun keluarga harmonis.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026) tersebut dipusatkan di Masjid Roudhutul Jannah, Kota Kupang, dan diikuti peserta secara daring dari tujuh DPD kabupaten/kota serta delapan DPD perintisan di wilayah NTT.
Pengajian diawali dengan pembacaan Al Quran yang dipandu Ustz.Laila Sari, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Ustz. Istiqomah Merdekawati mengenai mahram dan garis nasab dalam Islam. Materi tersebut membahas pengertian mahram, golongan yang haram dinikahi, serta batasan aurat dan pergaulan.
Pembahasan ini diharapkan membantu peserta memahami ketentuan agama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sebagai bekal bagi remaja putri sebelum memasuki jenjang pernikahan dan bagi para ibu dalam mendampingi pendidikan keluarga.
Untuk mengetahui pemahaman peserta, panitia menyelenggarakan fun quiz dengan hadiah atau doorprize. Pertanyaan dalam kuis diambil dari materi yang telah disampaikan sehingga peserta dapat menguji pemahaman mereka melalui kegiatan yang interaktif. Penggabungan penyampaian materi dan kuis menjadi bagian dari upaya membuat pembelajaran agama lebih menarik sekaligus mendorong peserta mengingat kembali pokok-pokok pembahasan.
Dalam sesi nasihat dan pengarahan, Wakil Ketua DPW LDII NTT, Rusni Hasan, menjelaskan bahwa pengajian khusus putri memiliki peran dalam pembentukan karakter, pembekalan pranikah, dan penguatan ketahanan keluarga. “Tujuan utama dari Pengajian Putri LDII ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, membentuk karakter yang luhur, memberikan pembekalan pranikah, serta memperkuat ketahanan keluarga. Pembahasan materi tentang mahram hari ini merupakan salah satu fondasi utamanya,” ujarnya.
Rusni juga mengingatkan pentingnya kerja sama suami dan istri dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Menurutnya, kehidupan rumah tangga memerlukan tanggung jawab, komunikasi, dan peran yang saling mendukung untuk mewujudkan keluarga yang harmonis serta berlandaskan nilai-nilai agama.
Melalui pengajian rutin yang menjangkau peserta secara luring dan daring, DPW LDII NTT berharap pembinaan keagamaan bagi ibu dan remaja putri dapat terus berlangsung serta mendukung terbentuknya keluarga yang berkarakter luhur dan mampu menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.











