Mimika (25/9). DPD LDII Kabupaten Mimika menggelar pengajian umum di Masjid Miftahul Huda. Pengajian tersebut dilaksanakan pada Kamis (24/9/2026) yang dihadiri warga LDII Mimika dan, Timika, Papua Tengah.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Rulli mengajak warga LDII turut berkontribusi membangun citra positif organisasi melalui perilaku dan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam bermedia sosial. Menurutnya, upaya membangun citra LDII tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi harus dimulai dari setiap warga LDII.
“LDII membutuhkan subsidi citra, yang dimulai dari masing-masing warga LDII. Artinya, setiap warga harus memberikan kontribusi positif, termasuk melalui media sosial,” ujarnya.
Ia menekankan, media sosial dapat menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai kegiatan dan dakwah LDII kepada masyarakat secara lebih luas. Karena itu, warga LDII perlu memanfaatkan platform digital secara bijak dengan menyebarkan informasi yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau ada kegiatan yang positif, dakwah yang baik, kegiatan sosial, pendidikan, maupun kontribusi LDII kepada masyarakat, itu perlu disampaikan melalui media sosial. Jangan sampai kegiatan positif yang sudah dilakukan hanya diketahui oleh warga LDII sendiri,” katanya.
Menurutnya, publikasi yang masif diperlukan agar kontribusi positif LDII dapat diketahui masyarakat. Dengan demikian, manfaat berbagai kegiatan yang dilakukan warga LDII dapat dirasakan lebih luas.
“Kontribusi positif LDII harus dipublikasikan secara masif. Tujuannya bukan sekadar membangun citra, tetapi supaya masyarakat mengetahui dan merasakan manfaat dari apa yang dilakukan warga LDII,” jelasnya.
Di sisi lain, Rulli mengingatkan warga LDII agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, terutama berita yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta setiap informasi yang diterima diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain.

“Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Tabayyun itu penting. Sebelum membagikan informasi, pastikan dulu sumber dan kebenarannya,” tuturnya.
Rulli juga menyoroti peran generasi muda dalam memperluas publikasi kegiatan LDII. Menurutnya, generasi muda memiliki kedekatan dengan teknologi digital dan lebih memahami perkembangan media sosial sehingga potensial menjadi penggerak publikasi positif organisasi.
“LDII membutuhkan sumbangsih generasi muda untuk memasifkan publikasi. Anak-anak muda sekarang lebih menguasai dunia digital, lebih memahami media sosial, sehingga kemampuan itu bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan dakwah LDII,” pungkasnya.
Melalui pengajian tersebut, warga LDII Mimika diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadi bagian dari upaya menyebarkan informasi positif, menjaga etika bermedia sosial, serta memperkenalkan kontribusi LDII kepada masyarakat secara lebih luas.










