Serang (1/8). LDII menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten sebagai upaya membina generasi qurani yang berakhlak mulia dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten di Kota Serang, Kamis (9/7/2026).
Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara, mengatakan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al Quran, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda dan memperkuat persatuan umat Islam.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al Quran, mempererat persaudaraan, serta membangun karakter generasi muda yang religius. LDII mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan umat dan pembangunan masyarakat yang rukun, religius, dan berdaya saing,” ujarnya.
MTQ XXIII Provinsi Banten berlangsung pada 6–9 Juli 2026 dan ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah. Acara penutupan dihadiri para bupati dan wali kota se-Banten, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, pimpinan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), para ulama, pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, serta kafilah dari seluruh kabupaten dan kota.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Penerangan Agama Islam sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis M. Hanafi, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten, LPTQ Provinsi Banten, dewan hakim, panitia, relawan, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
Menurut Muchlis, Banten memiliki posisi istimewa dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara karena melahirkan banyak ulama besar seperti Syekh Nawawi al-Bantani dan KH Syam’un. Ia menilai MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam.
“MTQ di Banten bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al Quran. MTQ merupakan ikhtiar merawat warisan para ulama Banten, menjaga kesinambungan bacaan Al Quran yang sahih, adab terhadap Al Quran, serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan selama berabad-abad,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kuatnya tradisi sanad Al Quran di Banten. Salah satu tokoh yang disebut ialah Syekh Tubagus Ma’mun yang memiliki sanad Al Quran bersambung hingga Rasulullah SAW. Tradisi sanad tersebut menjadi bukti terjaganya keaslian bacaan Al Quran sekaligus memperkuat kesinambungan pewarisan ilmu dari generasi ke generasi.
“Prestasi melahirkan kebanggaan, tetapi sanad melahirkan keberlanjutan. MTQ melahirkan juara, sedangkan tradisi sanad melahirkan pewaris Al Quran. Banten, alhamdulillah, memiliki keduanya,” katanya.
Muchlis menambahkan, keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi juga dari keberlanjutan pembinaan yang mampu mencetak generasi penerus Al Quran. Karena itu, LPTQ Nasional akan terus memperkuat sinergi dengan LPTQ Provinsi Banten agar para peserta terbaik memperoleh pembinaan berjenjang hingga tingkat nasional dan internasional.
Ia juga mengangkat filosofi Tanah Jawara yang melekat pada masyarakat Banten. Banten dikenal sebagai Tanah Jawara, namun Al Quran mengajarkan bahwa jawara sejati bukanlah yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri.
“Semoga dari Tanah Jawara lahir semakin banyak Jawara Al Quran, yakni generasi yang indah bacaannya, benar tajwidnya, kuat sanad keilmuannya, luas wawasannya, mulia akhlaknya, dan besar manfaatnya bagi agama, bangsa, serta kemanusiaan,” paparnya.
Menurutnya, para juara MTQ memiliki tanggung jawab yang lebih besar setelah perlombaan usai, yakni menjadi duta Al Quran di tengah masyarakat dengan mengajarkan bacaannya, menyebarkan nilai-nilainya, serta menghadirkan akhlak Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis menegaskan bahwa MTQ tingkat provinsi merupakan bagian dari sistem pembinaan Al Quran yang berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. LPTQ Nasional akan terus memperkuat sinergi dengan LPTQ Provinsi Banten agar para juara memperoleh pembinaan yang berkelanjutan menuju MTQ tingkat nasional bahkan internasional.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama bersama LPTQ Nasional dalam memperkuat ekosistem pembinaan Al Quran melalui penguatan kelembagaan LPTQ, pendidikan Al Quran, rumah tahfiz, pemberdayaan penyuluh agama, majelis taklim, dan berbagai program pembumian Al Quran di tengah masyarakat.
Penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara seluruh cabang musabaqah dan penutupan resmi oleh Wakil Gubernur Banten. Melalui penyelenggaraan MTQ, diharapkan semangat mencintai, mempelajari, mengamalkan, dan membumikan Al Quran semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat sekaligus melahirkan generasi Qurani yang memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.









