Pacitan (2/10). Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Kebonagung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Wati, Desa Gawang, Pacitan, Jawa Timur. Penyaluran bantuan tersebut bekerja sama dengan Senkom Mitra Polri Pacitan dan Polsek Kebonagung untuk memenuhi kebutuhan air bersih akibat musim kemarau.
Penyaluran bantuan pada Kamis (17/9/2026) dilakukan di dua titik, yakni RT 03 RW 06 dan RT 01 RW 02 Dusun Wati. Ketua Satgas LDII, Kustiono, mengatakan bantuan disalurkan setelah pihaknya memperoleh informasi mengenai kesulitan warga mendapatkan pasokan air bersih.l.
“Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa dan melihat kondisi di lapangan, kami mengetahui warga di beberapa titik Dusun Wati membutuhkan bantuan air bersih. Kami berupaya membantu meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Kustiono.
Menurut Kustiono, kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dan kepedulian sosial dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Ia mengapresiasi dukungan Polsek Kebonagung, perangkat desa, Senkom dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan. “Kesulitan warga adalah urusan bersama. Dengan gotong royong dan kepedulian, kebutuhan masyarakat dapat dibantu secara lebih cepat dan tepat,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong, terutama terhadap warga yang membutuhkan bantuan selama musim kemarau. Menurutnya, kepedulian sosial perlu terus dibangun agar masyarakat dapat saling membantu ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan bersama.
Sementara itu, Kepala Dusun Wati, Sugeng Riyadi, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan. Ia berharap bantuan tersebut dapat memenuhi sebagian kebutuhan warga di lingkungannya. “Terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan. Semoga bermanfaat untuk warga masyarakat di lingkungan setempat,” tuturnya.
Sugeng mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga memenuhi kebutuhan dasarnya. “Semangat gotong royong dan tolong menolong memang sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Penanganan dampak kekeringan membutuhkan kepedulian dan sinergi berbagai pihak di tingkat masyarakat,” ujar Kadus Sugeng.











