Banyumas (1/5). DPD LDII Kabupaten Banyumas menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Banyumas serta dua yayasan pendidikan, Yayasan Alkautsar Bina Insani dan Yayasan Haji Muhammad Mahmud. Penandatanganan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Kautsar Purwokerto, Jawa Tengah pada Kamis (23/4/2026).
Ketua Pengkab Persinas ASAD Banyumas Sarlan mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara DPP LDII dan PB Persinas ASAD yang ditandatangani pada 11 Oktober 2022. Ia menyebut kesepakatan di tingkat pusat kemudian diterjemahkan dalam bentuk program konkret di daerah.
“Kami menurunkan MoU menjadi langkah operasional agar pembinaan bisa berjalan terarah di Banyumas,” ujarnya.
Sarlan menjelaskan ruang lingkup kerja sama mencakup pembinaan fisik, mental spiritual, serta pendidikan karakter bagi anggota Persinas ASAD yang berada di lingkungan LDII dan yayasan. Program tersebut dirancang terintegrasi dengan kegiatan pembinaan yang telah berjalan di majelis taklim maupun lembaga pendidikan.
“Pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk kepribadian yang disiplin dan berkarakter,” kata dia.
Dalam pelaksanaannya, DPD LDII Banyumas bersama yayasan berperan menyediakan peserta, waktu, serta fasilitas latihan. Sementara itu, Persinas ASAD menyiapkan pelatih dan materi pembinaan yang mencakup seni bela diri, pencak silat prestasi, hingga seni tradisi.
“Kolaborasi ini membuat proses latihan lebih terstruktur karena masing-masing pihak menjalankan perannya secara jelas,” ujar Sarlan.
Ia menambahkan penandatanganan kerja sama ini juga memperkuat legalitas pembinaan pencak silat di lingkungan LDII Banyumas. Kegiatan latihan akan menjangkau berbagai tingkatan organisasi, mulai dari pimpinan anak cabang di desa atau kelurahan, tingkat kecamatan, hingga kabupaten, termasuk sekolah dan lembaga pendidikan di bawah yayasan.
“Kami ingin pembinaan berjalan merata dan menjangkau generasi muda di berbagai wilayah,” ucapnya.
Melalui program ini, LDII Banyumas bersama Persinas ASAD menargetkan lahirnya atlet pencak silat yang mampu berprestasi di berbagai level. Selain itu, pembinaan diharapkan mendorong kecintaan generasi muda terhadap pencak silat sebagai bagian dari budaya nasional.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tangguh, memiliki rasa tanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” kata Sarlan.
Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus harian DPD LDII Banyumas, pimpinan yayasan, serta Persinas ASAD.









