Kulon Progo (14/10). DPD LDII Kulon Progo menggelar pelatihan pembuatan dimsum dan teknik penyajian makanan di Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Giripeni, Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang melibatkan sekitar 70 ibu dan remaja putri itu membekali peserta dengan keterampilan kuliner untuk kebutuhan keluarga dan peluang usaha.
Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi Bagian Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) dengan Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kulon Progo. Peserta berasal dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di Kulon Progo. Narasumber pelatihan, Lisya Cahyaningtyas, membimbing peserta mengenal bahan, mengolah dimsum, hingga menata makanan agar tampil menarik. Peserta juga mengikuti praktik langsung dan lomba penyajian atau *plating* menggunakan bahan sederhana.
Ketua Bagian PUP DPD LDII Kulon Progo, Wasno, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan keterampilan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga dapat mengembangkan kemampuan memasak untuk merintis usaha kuliner. “Melalui pelatihan ini, ibu dan remaja putri dapat mempraktikkan cara membuat dimsum untuk keluarga. Keterampilan ini juga bisa dikembangkan menjadi peluang usaha jika ditekuni,” ujar Wasno.
Bagian PPKK DPD LDII Kulon Progo, Suwarti, mengatakan pelatihan tidak hanya berfokus pada proses memasak. Peserta juga mempelajari teknik penyajian untuk meningkatkan daya tarik makanan dan nilai jual produk. “Kami ingin peserta membawa pulang keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Selain untuk kebutuhan keluarga, kemampuan ini dapat menjadi bekal berwirausaha sekaligus mendorong kemandirian dan kerja sama antara ibu dan remaja putri,” kata Suwarti.
Lisya, pemilik Lisya Grosir Snack Serba Lima Ribu dan Dapur Mamah Emir, mengapresiasi kehadiran peserta yang mencapai seluruh target panitia. Ia menilai pembuatan dimsum dapat dipelajari dengan bahan yang relatif mudah ditemukan. “Resep dimsum cukup mudah dipelajari dan bahan-bahannya tersedia di sekitar kita. Jangan takut mencoba. Peserta bisa mulai membuatnya di rumah, kemudian mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha jika melihat peluang pasar,” tutur Lisya.
Dalam sesi praktik, peserta mencoba mengolah dan menata dimsum dengan tambahan bahan seperti selada dan tomat. Mereka kemudian mengikuti lomba *plating* untuk menunjukkan kreativitas dalam menyajikan makanan. Perwakilan PC LDII Samigaluh meraih juara pertama dalam lomba tersebut.
Salah satu peserta dari PAC LDII Tawangsari, Meita, mengatakan pelatihan itu memberinya pengalaman baru. Ia awalnya mengikuti kegiatan sebagai peserta pengganti, tetapi tetap mendapat kesempatan mempelajari teknik penyajian makanan. “Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini. Ternyata dimsum bisa dihias dengan bahan sederhana seperti selada dan tomat. Selain membuat tampilannya lebih menarik, bahan tersebut juga bisa menjadi pelengkap makanan,” ujar Meita.
Ia berencana membagikan pengetahuan yang diperolehnya kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya. Meita juga akan mengusulkan praktik pembuatan dimsum dalam kegiatan pengajian putri di PAC LDII Tawangsari.











