Jakarta (17/8). Menyambut kemerdekaan ke-81 RI, DPP LDII berupaya memperkuat kemandirian bangsa. Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya mengatakan kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui seremoni, tetapi perlu diwujudkan melalui kedaulatan pangan dan energi, kemandirian ekonomi, pendidikan, serta keadilan sosial.
Menurut Dody, warga LDII di seluruh Indonesia menyambut peringatan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan gotong royong dan kerja sosial. Sepanjang Agustus 2026, DPP LDII menginstruksikan warga di seluruh Indonesia menggelar Gerakan Kerja Bakti Nasional bertema “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri”.
Dan yang paling utama, menurut Dody adalah menjadikan kemerdekaan sebagai pijakan menjadikan Indonesia bangsa yang maju dan bermartabat, “Kemerdekaan sejati bukan sekadar seremonial. Kemerdekaan harus dirasakan melalui kedaulatan pangan dan energi, kemandirian ekonomi, kebebasan dari kebodohan dan rasa takut, serta keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Dody.
Dody mengatakan persatuan menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan perubahan global. LDII menempatkan wawasan kebangsaan sebagai klaster pertama dari delapan program pengabdian LDII untuk bangsa.
Prinsip tersebut diterapkan melalui penguatan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Bashariyah atau Insaniyah. “Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan harus dirawat melalui dialog dan kerja sama, bukan dijadikan alasan untuk memecah persatuan,” ujarnya.
Untuk mengisi kemerdekaan, LDII juga mendorong penguatan ketahanan moral generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Dody mengatakan generasi muda perlu memiliki kemandirian berpikir, mental, dan spiritual. Pembinaan generasi penerus diarahkan pada karakter Tri Sukses, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.
Memperkuat karakter generasi muda, dilakukan pula dengan memperkuat literasi digital melalui kemitraan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta organisasi kemasyarakatan lain untuk mengedukasi anak muda dalam menyaring informasi, menangkal hoaks, dan menghindari judi online, pinjaman online, narkoba, serta konten digital berisiko. “Kami ingin generasi muda tumbuh sebagai profesional religius yang mampu menggunakan teknologi secara sehat, produktif, dan bermanfaat,” kata Dody.
Menurut Dody, pesantren menjadi salah satu basis pembentukan sumberdaya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Lembaga pendidikan di bawah naungan LDII mengembangkan pola pendidikan yang menggabungkan pendidikan kepesantrenan, pendidikan formal, dan keterampilan vokasional.
Para santri mendapatkan pembelajaran Al Quran dan Al Hadis sekaligus keterampilan untuk menjadi jiwa mandiri dan memiliki literasi digital. “Pendidikan harus menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan agama, kompetensi profesional, dan kemandirian ekonomi. Lulusan pesantren diharapkan mampu langsung berkontribusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam mengisi pembangunan, LDII menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Dody mendorong warga LDII untuk mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan ekonomi syariah, pemberantasan korupsi, serta penguatan ketahanan nasional.
“Kami mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat dan pertumbuhan ekonomi. Warga LDII juga perlu ikut mengawasi pelaksanaan program pembangunan serta memberikan masukan untuk perbaikan,” ujarnya.
Dody berharap momentum HUT ke-81 RI memperkuat kesadaran kolektif para pemimpin dan masyarakat untuk menjaga persatuan. Ia mendorong seluruh elemen bangsa menghadapi dinamika politik dan perubahan global dengan kerja keras, kecerdasan, integritas, serta orientasi pada kepentingan rakyat.
“Harapan kami, Indonesia tumbuh sebagai bangsa yang berdaulat, adil, sejahtera, dan makmur. Indonesia Emas 2045 harus membawa Indonesia menjadi negara maju yang disegani, berdaulat dalam arti sesungguhnya, serta menghadirkan kemakmuran secara merata di seluruh Nusantara,” kata Dody.











