Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Ketua LDII: Jadikan Pancasila Gaya Hidup dan Ideologi Hidup Generasi Muda

2025/10/01
in Nasional
1
Guru Besar UNDIP Prof Singgih Tri Sulistiyono. Foto: LINES.

Guru Besar UNDIP Prof Singgih Tri Sulistiyono. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (1/10). Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momen refleksi terhadap sejarah yang mengancam eksistensi ideologi bangsa. Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono mendorong agar Pancasila dijadikan way of life (gaya hidup) dan living ideology (ideologi hidup) generasi muda.

Guru Besar Ilmu Sejarah di Universitas Diponegoro (UNDIP) itu menjelaskan, Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965. Saat itu, sekelompok anggota militer yang dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan kudeta dengan menculik dan membunuh para jenderal dan perwira TNI AD serta korban-korban lain. Peristiwa ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap eksistensi Pancasila sebagai dasar negara.

“Peristiwa tersebut mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar negara. Pada 1 Oktober diperingati karena hari itu pula pemerintah dan militer berhasil mulai mematahkan gerakan G30S. Peristiwa ini juga menegaskan bahwa Pancasila tetap tegak sebagai ideologi bangsa. Peringatan ini resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 153/1967,” kata Singgih, Rabu (1/10/2025).

Singgih yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Tengah memaknai peringatan di awal bulan Oktober ini untuk meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya menghormati jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan ideologi negara. Ia juga menekankan pentingnya menguatkan kesadaran nasional bahwa Pancasila mampu bertahan dan menghadapi ancaman ideologi lain.

Di era modern dengan dinamika perubahan yang cepat, termasuk kemajuan teknologi digital, tantangan yang Indonesia hadapi semakin kompleks. Penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, hingga polarisasi sosial menjadi ancaman nyata yang bisa merusak persatuan dan kesatuan masyarakat. Selain itu, ketidakpastian global, krisis ekonomi, dan perubahan iklim turut menuntut keteguhan pijakan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila tetap relevan sebagai pedoman. Pancasila mengajarkan kita untuk memajukan kemanusiaan tanpa mengorbankan persatuan dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini harus tercermin dalam kebijakan pemerintah dan sikap warga. Momen ini diharapkan mendorong generasi bangsa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Agar semua elemen bangsa waspada terhadap kekuatan global yang mengadu-domba sesama anak bangsa sehingga terjadi konflik dan peperangan,” ujarnya.

Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 secara nasional mengusung tema “Pancasila sebagai Perekat Kebhinnekaan untuk Indonesia Maju.” Sebagai bagian dari elemen bangsa, Ketua DPP LDII menyampaikan sejumlah harapan. Khususnya kepada generasi muda, agar menjadikan Pancasila sebagai gaya hidup dan ideologi yang diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

“Kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai titik tolak memperkuat komitmen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Mari kita laksanakan kerja nyata tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkokoh mental kebangsaan, moralitas, dan persatuan yang kokoh. LDII menafsirkan hal ini sebagai dorongan untuk terus mengedepankan dialog, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama serta antargolongan, sehingga perbedaan menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan. Pihak-pihak yang masih mengkapitalisasikan keberagaman sebagai sumber konflik perlu dibina secara khusus,” tegas Singgih.

Komitmen LDII terhadap Pancasila juga diwujudkan melalui pengembangan nilai-nilai luhur dalam empat ranah kehidupan utama, yaitu pendidikan, sosial-budaya, ekonomi, dan digitalisasi generasi muda. Dalam bidang pendidikan, LDII aktif membentuk generasi yang religius, nasionalis, dan produktif.

Di bidang sosial dan budaya, nilai-nilai gotong royong, solidaritas, serta moderasi beragama terus dikembangkan sebagai bagian dari identitas bangsa. Dalam aspek ekonomi, LDII mendorong kemandirian umat melalui model ekonomi yang adil dan berkeadilan sosial, dengan menekankan bahwa demokrasi tidak hanya berhenti di bilik suara, tetapi juga harus hidup dalam struktur ekonomi masyarakat.

“LDII melihat peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan nasional. Nilai Pancasila diharapkan mampu menjadi fondasi menghadapi tantangan global: radikalisme, konflik identitas, penetrasi budaya asing, hingga disrupsi teknologi,” kata Singgih.

Ia juga berharap Pancasila terus menjadi pedoman dalam membangun Indonesia yang tidak hanya kuat secara politik dan ekonomi, tetapi juga berdaulat secara budaya dan bermartabat di mata dunia. “LDII menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan) serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bentuk perang modern atau proxy war di mana masyarakat Indonesia diadu domba agar saling bertikai,” pungkasnya.

Tags: Generasi MudaIdeologildiiPancasila

Comments 1

  1. Nanang Naswito says:
    5 months ago

    Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,
    Hidup bernegara jadi Rukun aman Damai, Sejahtera

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sambut HUT ke-80 RI, Polres Takalar dan Ormas Islam Bagikan Bendera Merah Putih

Sambut HUT ke-80 RI, Polres Takalar dan Ormas Islam Bagikan Bendera Merah Putih

August 16, 2025
Hadiri Pengajian LDII, Wali Kota Palangkaraya Serahkan Mobil Operasional

Hadiri Pengajian LDII, Wali Kota Palangkaraya Serahkan Mobil Operasional

August 22, 2023
LDII Kota Bandung dan Kemenag Selenggarakan Diklat Da’i untuk Tingkatkan Profesionalisme Pendakwah

LDII Kota Bandung dan Kemenag Selenggarakan Diklat Da’i untuk Tingkatkan Profesionalisme Pendakwah

August 5, 2025
Mendengkur Tak Lagi Dianggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung dan Stroke

Mendengkur Tak Lagi Dianggap Remeh, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung dan Stroke

May 15, 2025
Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

0
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

0
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

0
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

0
Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya

March 14, 2026
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

March 13, 2026
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

March 13, 2026
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

March 13, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya March 14, 2026
  • Catatan Umroh Ramadan 2026 (2): March 13, 2026
  • Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa March 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.