Yogyakarta (18/9). Muhammad Wirmon Samawi meraih gelar Doktor Studi Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor, pada Rabu, (12/8/2026). Ia meneliti persepsi dan sikap pengurus serta aktivis Muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap perbankan syariah.
Disertasi Wirmon berjudul “Persepsi dan Sikap Pengurus serta Aktivis Muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap Perbankan Syariah”. Ujian berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan dihadiri Ketua Biro Pendidikan, Keagamaan, dan Dakwah DPW LDII DIY Endri Sulistyo.
Wirmon melibatkan delapan organisasi Islam di DIY dalam penelitiannya. Organisasi tersebut terdiri atas LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam, Ahmadiyah Lahore, Ahmadiyah Qadian, Majelis Tafsir Al-Qur’an, dan Salafi.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan perspektif sosiologi ekonomi. Wirmon mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus serta aktivis dari delapan organisasi tersebut.
Dalam penelitian itu, Wirmon mengunjungi DPW LDII DIY dan DPD LDII Kulon Progo. Ia berdiskusi dengan pengurus LDII mengenai pandangan dan praktik warga dalam aktivitas ekonomi, terutama penggunaan layanan perbankan syariah.
Ketua DPD LDII Kulon Progo, Pandaya menjelaskan prinsip bermuamalah yang diterapkan warga LDII. Prinsip tersebut meliputi halal, legal, dan masuk akal. “Tiga nilai ini menjadi landasan dalam aktivitas ekonomi warga LDII. Prinsip itu menjaga transaksi tetap sesuai tuntunan Islam dan aturan negara,” kata Pandaya dalam wawancara dengan Wirmon.
Hasil penelitian menunjukkan tiga kecenderungan pandangan pengurus dan aktivis Muslim terhadap perbankan syariah. Wirmon mengelompokkan kecenderungan itu menjadi puritan, moderat, dan pragmatis.
“Kelompok puritan memandang bunga bank sebagai riba yang perlu dihindari. Kelompok moderat menerima perbankan syariah sebagai bagian dari pengembangan ekonomi Islam, sedangkan kelompok pragmatis lebih mempertimbangkan manfaat layanan perbankan syariah,” tuturnya.
Wirmon juga menemukan sikap ambivalen pada sejumlah informan. Mereka mendukung keberadaan perbankan syariah, tetapi tetap mengkritisi praktik, produk, dan mekanisme yang digunakan.
“Dalam praktiknya, sikap tersebut jauh lebih kompleks. Pemahaman keagamaan, pengalaman, lingkungan organisasi, dan kebutuhan sehari-hari ikut memengaruhi sikap terhadap perbankan syariah,” ujar Wirmon dalam paparannya.
Endri Sulistyo hadir dalam sidang promosi doktor tersebut sebagai perwakilan LDII DIY. Kehadiran itu melengkapi keterlibatan LDII dalam penelitian Wirmon sejak proses pengumpulan data di tingkat wilayah dan kabupaten.
Dalam sidang tersebut, Wirmon dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude atau Pujian. Ia tercatat sebagai doktor ke-1.092 Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.











