Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai Kehidupan (22)

2009/11/15
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Bagi pemerhati kehidupan, minggu – minggu ini adalah sebuah pembelajaran yang sangat menarik. Tontonan kehidupan yang apik. Walau tampak menjengkelkan atau bahkan membingungkan bin membosankan bagi sebagian orang. Intinya adalah pertarungan antara kebenaran dan kebathilan dengan aktor dan peran yang harus dilakoninya masing – masing. Layaknya panggung sandiwara, pengunjung dan penonton boleh bercerita, berkomentar dan menebak – nebak cerita selanjutnya.

Dalam sejarah manusia, keadaan seperti ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. Sejak Adam diturunkan di dunia. Sejak kala bendu. Dengan berbagai bentuknya, wajah kebaikan selalu bertarung dengan wajah buruk rupa kejahatan. Dan semua pun tahu bahwa kebenaran pada akhirnya tampil sebagai pemenang. Dengan berbagai korban dan lika – liku skenarionya.

Dalam kisah pewayangan, Barata Yudha misalnya, digambarkan dengan rancak dan mulus pertarungan Pendawa dan Kurawa. Pandawa merupakan representasi dari kebenaran dengan segala penderitaan dan kesengsaraan yang harus dihadapinya selama hidup, guna memperoleh kembali haknya sebagai pewaris tahta negeri Astinapura. Beribu kebohongan, tipu daya dan sejuta kelicikan harus dihadapinya untuk mencapai kebahagiaan lagi pada akhirnya. Sedangkan Kurawa adalah golongan yang berperan sebagai orang jahatnya. Pada kebanyakan seri dia selalu digambarkan glamour, menang dan menang dengan berbagai keculasan dan kepongahannya, sampai pada akhirnya perang Barata Yudha yang menentukan itu semua. Di padang Kuru Setra semua terjadi. Akhirnya Kurawa bertekuk lutut dan pendawa keluar sebagai pemenangnya. Sebuah perjalanan panjang dan melelahkan.

Begitu juga cerita seri Ramayana. Pertarungan Rama – pangeran yang ganteng dan kalem – dibantu pasukan kera yang dipimpin Hanoman dengan Rahwana dari golongan raksasa dan berjuta pasukannya, juga simbol kebajikan melawan kejahatan. Rama sebagai orang teraniaya oleh Rahwana yang merebut istri tercintanya Shinta. Akhirnya Rahwana pun kalah dan sang Rama keluar sebagai pemenang. Pemicu keributan ini tak lain adalah rebutan istri. Epic – epik ini begitu melegenda yang merupakan sebuah hukum alam yang akan terus terjadi dari waktu ke waktu dengan berbagai versi dan bentuknya. Kita tidak persis tahu.

Di dalam Kitab Quran pun Allah tak kurang memberikan gambaran dan contoh yang bertebaran sebagai pembelajaran bagi kita umat manusia. Mulai dari Nabi Nuh AS, bagaimana ia bertarung melawan kaumnya untuk menegakkan kalimat Allah. Atau Nabi Ibrohim AS, yang harus melawan Raja Namrud penyembah berhala. Demikian juga Nabi Musa yang harus meladeni si Gemblung Firaun dalam menegakkan kalimat tauhid. Dan tak kalah hebatnya bagaimana sejarah Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan dan menegakkan panji – panji islam. Berulang, berulang dan berulang. Terus menghiasi sepanjang jaman.

Nah, kembali pada cerita cicak vs buaya yang tengah ngetrend saat ini, apapun gambarannya, bagaimanapun melukiskannya ia tetaplah bentuk lain pertarungan baik dan buruk. Benar dan salah.  Layaknya cerita David and Goliath atau dalam quran cerita Nabi Dawud melawan Jalut. Sesuai dalilnya, kebaikan pada akhirnya akan menang. Allah berfirman; “Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS al-Israa 81).

Yang perlu kita pahami bahwa tidak ada yang datang dengan tiba – tiba dan tanpa usaha. Setiap langkah untuk menuju kebaikan dan kebenaran selalu butuh perjuangan untuk menghadapinya. Dalam berbagai kasus, bahkan butuh pengorbanan jiwa dan raga yang tidak sedikit jumlahnya. Maka ketika saya suka berlama – lama memandangi TV mengikuti perkembangan kasus cicak vs buaya ini, selalu saja istri sewot dan walk out tanda tak setuju. Katanya, “Gitu aja kok ditonton, tambah stress. Mbok yang lain saja.”

Saya selalu diam, nggak menjawab. Dan sering mengalah memindah channel. Buat saya kenapa saya selalu menyimaknya? Adalah alasan pembelajaran. Allah berfirman;”Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah – robah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al- An’am 115). Juga dalam perkembangannya banyak melihat ibarat – ibarat yang telah tersebut dalam hadits mengenai tanda – tanda akhir jaman. Seperti orang yang gampang mengucapkan sumpah – serapah, dengan entengnya menyebut Demi Allah, Demi Allah hanya untuk pembelaan yang belum tentu tahu kebenarannya. Bahkan nggak diminta sumpah, malah nyerocos bersumpah. Proses selalu lebih menarik, dibanding dengan hasil akhirnya. Dan di situlah pembelajaran yang sempurna, terlepas apapun hasilnya nanti sesuai dengan kehendak dan titah Yang Maha Kuasa.
 
Oleh :Ust.Faizunal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • H.Sutarmo, S.Pd., M.Pd.I on LDII Sultra dan Dinkes Kendari Gelar Cek Kesehatan Gratis, Targetkan 500 Peserta
  • Pri Adhi joko Purnomo on Pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin Hadiri Undangan Gubernur Jakarta Resmikan Gereja Paroki Kalvari
  • Pri Adhi joko Purnomo on DLH Jombang Apresiasi Ponpes Gadingmangu Wujudkan Ecopesantren
  • Pri Adhi joko Purnomo on LDII Kota Pontianak Renovasi Gedung untuk Area Sekretariat Baru
  • Pri Adhi joko Purnomo on Kesbangpol Kutim Ajak Aparatur Pemerintah dan Ormas Punya Manajemen Konflik
  • Trending
  • Comments
  • Latest
3 PC LDII di DIY Gelar Pengajian Keputrian Bahas Tata Cara Mengurus Jenazah

3 PC LDII di DIY Gelar Pengajian Keputrian Bahas Tata Cara Mengurus Jenazah

July 24, 2025

Benarkah bahwa warga LDII tidak mau bermakmum kepada orang lain?

September 19, 2008
Indonesia Kaya, Tapi Bisa Lapar: Bom Waktu Pangan yang Kita Abaikan

Indonesia Kaya, Tapi Bisa Lapar: Bom Waktu Pangan yang Kita Abaikan

October 6, 2025
kurban ldii ende flores

Kegiatan Kurban DPD LDII Ende – Flores

November 20, 2012
DPP LDII dan Yayasan Budi Utomo Kerja Sama Tingkatkan Literasi Digital untuk Publikasi

DPP LDII dan Yayasan Budi Utomo Kerja Sama Tingkatkan Literasi Digital untuk Publikasi

0
LDII Dorong Transformasi Pendidikan Karakter Lewat Pelatihan Kepemimpinan Kepsek

LDII Dorong Transformasi Pendidikan Karakter Lewat Pelatihan Kepemimpinan Kepsek

0
Ponpes Minhajurrosyidin Hadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Ditjen Pesantren

Ponpes Minhajurrosyidin Hadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Ditjen Pesantren

0
LDII Wonogiri Gelar Festival Anak Sholeh 2025 Wujudkan 29 Karakter Generasi Unggul

LDII Wonogiri Gelar Festival Anak Sholeh 2025 Wujudkan 29 Karakter Generasi Unggul

0
DPP LDII dan Yayasan Budi Utomo Kerja Sama Tingkatkan Literasi Digital untuk Publikasi

DPP LDII dan Yayasan Budi Utomo Kerja Sama Tingkatkan Literasi Digital untuk Publikasi

December 10, 2025
LDII Dorong Transformasi Pendidikan Karakter Lewat Pelatihan Kepemimpinan Kepsek

LDII Dorong Transformasi Pendidikan Karakter Lewat Pelatihan Kepemimpinan Kepsek

December 10, 2025
Ponpes Minhajurrosyidin Hadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Ditjen Pesantren

Ponpes Minhajurrosyidin Hadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Ditjen Pesantren

December 10, 2025
LDII Wonogiri Gelar Festival Anak Sholeh 2025 Wujudkan 29 Karakter Generasi Unggul

LDII Wonogiri Gelar Festival Anak Sholeh 2025 Wujudkan 29 Karakter Generasi Unggul

December 10, 2025

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • DPP LDII dan Yayasan Budi Utomo Kerja Sama Tingkatkan Literasi Digital untuk Publikasi December 10, 2025
  • LDII Dorong Transformasi Pendidikan Karakter Lewat Pelatihan Kepemimpinan Kepsek December 10, 2025
  • Ponpes Minhajurrosyidin Hadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Ditjen Pesantren December 10, 2025

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.