Jember (27/5). Ben Kasyafani mengunjungi santri dan mahasiswa Pondok Pesantren Syafiurrohman, naungan DPD LDII Kabupaten Jember. Dalam pertemuan itu, ia berbagi pengalaman, wawasan dan tips untuk menemukan bakat dan potensi diri kepada peserta yang hadir.
“Perjalanan hidup saya dapat terbilang plot twist. Ternyata, karier kita di masa depan tidak selalu lurus jalannya sama apa yang kita sebut passion saat ini. Kadang apa yang kita kerjakan saat ini bukan passion yang kita sukai. Tapi yakinlah, lambat laun kita akan menyukai hal itu,” papar aktor dan presenter, Ben Kasyafani, pada Minggu (17/5/2026)..
Ia bercerita pernah kuliah di Fakultas Hukum dengan harapan dapat menjadi pengacara. Tapi Allah membuat takdir lain untuk masuk ke dunia entertainment sampai saat ini, “Tapi jangan khawatir, effort kita belajar itu gak akan ada yang sia-sia. Buktinya, background kuliah hukum justru berguna sampai sekarang untuk mereview kontrak kerja sama dan mengurus hak-hak bisnis di dunia entertainment yang saya geluti,” jelasnya.
Ben memotivasi untuk tidak mudah menyerah pada situasi yang mungkin bukan *passion* kita. Ia menekankan untuk selalu berprasangka baik karena Allah Maha Mengetahui segalanya yang kita butuhkan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi, menjelaskan DPD Jember memprioritaskan program pengembangan minat dan bakat anak muda, “Mulai dari kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melatihan skill, sampai bekerjasama dengan berbagai kampus untuk menyediakan jalur beasiswa bagi mahasiswa berprestasi,” jelasnya.
Menurut Malik, modal IPK tinggi untuk era saat ini dirasa kurang. Anak muda wajib punya social skills dan networking yang luas, “LDII memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar berorganisasi dengan aktif di Pemuda LDII, HMI, KNPI, dan organisasi lainnya. Dengan begitu mereka memiliki jaringan komunikasi lintas sektoral yang dapat menunjang kemampuan keorganisasian,” jelasnya.
Malik yang juga sebagai mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), selalu mengingatkan mahasiswa adalah garda terdepan penentu masa depan Indonesia. Sehingga pembentukan karakter, communication skill, dan pengembangan potensi diri merupakan hal wajib.
“Kita bisa memotret nasib bangsa ini 20 tahun ke depan dengan melihat bagaimana kondisi mahasiswa saat ini,” tutupnya.









