Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Galau Karena Jomblo, Warga LDII Ini Malah Dapat Penghargaan dari Kemenristekdikti

2021/03/12
in Headlines
0
Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dari sibuk mencari jodoh, Anton Kuswoyo justru menemukan keasyikan beternak kambing. Dari beternak itulah ia berinovasi mengolah pakan dan kotoran kambing, hingga diganjar penghargaan oleh Kemenristekdikti.

Pemuda yang sudah merasa cukup umur dan memiliki pekerjaan, tentunya siap menikah. Tapi, saat jodoh yang dicari tak kunjung ketemu, itu cukup membuat bimbang. Anton Kuswoyo Ketua DPD LDII Tanah Laut, Kalimantan Selatan, itu pernah mengalaminya. Bedanya, saat jadi jomblo galau, energinya dicurahkan ke hal-hal yang produktif.

Suatu ketika, Anton yang tinggal di Kelurahan Angsau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), menuruti kata hatinya mencari udara segar. Menjelajahi sudut-sudut kampungnya. Kali ini, ia memilih wilayah yang belum pernah dijamahnya. Dengan sepeda motor bebek kesayangannya, ia meronda jalan. Setelah 30 menit berselang, ia sampai di pedesaan yang rimbun dengan kebun sawit dan karet.

Matanya menyapu sekeliling, hingga pandangannya tertumbuk pada kandang-kandang kambing di sela-sela kebun karet atau sawit. Kambing-kambing itu gemuk-gemuk dan menyenangkan matanya. Keinginannya beternak kambing yang lama terpendam, membuncah kembali. Ia pun banyak bertanya soal merawat kambing di tengah-tengah kebun, perihal makanan hingga keamanan.

Sayangnya, untuk mendapatkan seekor kambing indukan di Kabupaten Tala terbilang sulit. Pernah ia mendatangi Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Pelaihari, untuk memesan kambing indukan. Ternyata antreannya cukup panjang, ia harus menanti selama setahun.

Bermodal empat ekor kambing, Anton memulai berternak kambing di samping rumahnya. Agar hemat, kandang yang ia bangun berasal dari kayu-kayu bekas proyek. Memelihara ternak memang butuh perhatian khusus. Saat matahari belum terbit, Anton sudah merumput demi kambing-kambingnya itu. Pekerjaan ini juga tak mudah. Meskipun tinggal di pinggiran kota, hamparan rumput sudah lama susut.

Dengan geroba besi yang digelandang motor butut, Anton berkelana menyabit rumput. Pada musim penghujan, juga jadi tantangan lain. Ia harus berbasah-basah agar kambingnya kenyang, “Dinginnya udara pagi ditambah guyuran air hujan sudah akrab dengan tubuh saya. Itu pun masih ditambah kondisi jalan yang licin dan berlumpur,” ujarnya kepada Tribunnews, pada Kamis (11/3).

Anton Kuswoyo adalah Ketua DPD LDII Tanahlaut, Kalimantan Selatan yang juga dosen Politeknik Tanahlaut. Dok. Pribadi.

Sebaliknya, bila musim kemarau, ia juga kesulitan menemukan rumput segar. Solusinya, ia mencari pakan pengganti dengan daun ubi jalar. Daun-daun ubi itu dibuang saja. Tapi, memberi makan kambing dengan dedaunan juga berisiko bila tak paham memilah daun beracun dengan yang nontoksik.

Gara-gara itu, Anton pernah kena batunya. Ia memberikan daun singkong karet ke kambing-kambingnya. Usai mengudap dedaunan itu, kambingnya mati keracunan. Ia baru paham, daun singkon karet baru aman dimakan kambing setelah dilayukan terlebih dahulu.

Di balik kesedihan itu, Anton juga memetik kegembiraan. Misalnya, saat menunggui kambingnya beranak, “Itu yang paling ditunggu-tunggu. Lama masa bunting kambing sekitar lima bulan,” papar Anton.

Saat hendak melahirkan, kambing-kambing biasanya gelisah. Begitu menurut Anton. Mereka menggaruk-garuk lantai kandang. Juga kerap melihat ke belakang sembari mengembek-embek, “Kadang juga harus dijaga hingga subuh agar ketika melahirkan, peternak bisa membantu menjaga keselamatan anak kambing yang baru lahir. Rela saja begadang sampai pagi,” tandasnya. Kambing-kambing bila melahirkan harus segera dipisah, agar tak terinjak-injak kambing yang lain. Satu kambing biasanya beranak dua hingga tiga ekor.

Kendala yang paling dikhawatirkan oleh peternak kambing ialah indukan yang tidak mau menyusui anaknya. “Ini jadi tanggung jawab saya, dengan memberinya susu kaleng menggunakan botol dot bayi kepada anak kambing,” jelas Anton.

Anton yang berprofesi sebagai dosen itu, kini menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi, Politeknik Negeri Tanah Laut. Ketekunannya memelihara kambing membuahkan inovasi. Ia berhasil membuat pupuk kandang berkualitas tinggi. Ia pun menemukan cara memfermentasi pakan kambing, sehingga stoknya tetap melimpah meskipun pakan sedang sulit. Kotoran kambing merupakan pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman sayur-sayuran maupun buah-buahan, “Tentu ini juga menjadi sumber penghasilan tambahan lainnya,” tandas Anton.

Ia juga menemukan ide memanfaatkan berbagai limbah perkebunan sebagai pakan alternatif kambing. Selama ini limbah kebun banyak yang belum dimanfaatkan seperti tongkol jagung, daun ubi jalar, daun pisang, daun kacang tanah, dan banyak lagi yang lainnya.

Tidak sia-sia, kesibukannya beternak kambing karena justeru membawa berkah tersendiri. Anton berhasil memenangkan inovasi tentang alat pembuat pakan kambing fermentasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Anton bersama kambing-kambingnya yang mulanya hanya sepasang. Dok. Pribadi.

Dari semua itu, baginya hal paling penting dalam beternak kambing ialah hadirnya kebahagiaan. Percuma punya ratusan ekor kambing tapi tak bahagia, “Kalau beternak kambing lalu malah menderita, sebaiknya jangan diteruskan. Itu artinya tidak memiliki passion di bidang ternak” sebutnya. Dari aktivitasnya itu juga yang menjadi jalan perantara kedekatannya dengan seorang gadis yang kini menjadi belahan jiwa, pendamping hidupnya. Saat pesta pernikahan ia menyembelih dua ekor kambing hasil ternaknya. Itu bentuk acara syukuran sederhana dengan membagikan nasi dan masakan gulai kambing kepada tetangga sekitar rumah. (Artikel dirangkum dari Tribunnews edisi 11 Maret 2021).

Tags: kambingldiiTanahlautternak kambing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cicak Bisa Sebabkan Keracunan?

Cicak Bisa Sebabkan Keracunan?

February 12, 2025
BMT Rukun Abadi Catat Surplus dan Penguatan Layanan Syariah

BMT Rukun Abadi Catat Surplus dan Penguatan Layanan Syariah

April 20, 2026
Penentuan Awal Bulan Hijriyah

Penentuan Awal Bulan Hijriyah

February 16, 2026
Hadiri Hearing Dialog, LDII Kota Bandung Dukung Jawa Barat Istimewa

Hadiri Hearing Dialog, LDII Kota Bandung Dukung Jawa Barat Istimewa

May 28, 2025
Kerja Sama dengan DLH Kota Batam, Warga LDII Sekupang Konversi 1,3 Ton Sampah Jadi Rupiah

Kerja Sama dengan DLH Kota Batam, Warga LDII Sekupang Konversi 1,3 Ton Sampah Jadi Rupiah

0
Yayasan Budi Luhur Mandiri dan LDII Kutim Kerja Sama Wujudkan Sekolah Hijau

Yayasan Budi Luhur Mandiri dan LDII Kutim Kerja Sama Wujudkan Sekolah Hijau

0
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

0
Buka Musda VI LDII Way Kanan, Bupati Ajak Tingkatkan Kualitas SDM

Buka Musda VI LDII Way Kanan, Bupati Ajak Tingkatkan Kualitas SDM

0
Kerja Sama dengan DLH Kota Batam, Warga LDII Sekupang Konversi 1,3 Ton Sampah Jadi Rupiah

Kerja Sama dengan DLH Kota Batam, Warga LDII Sekupang Konversi 1,3 Ton Sampah Jadi Rupiah

April 24, 2026
Yayasan Budi Luhur Mandiri dan LDII Kutim Kerja Sama Wujudkan Sekolah Hijau

Yayasan Budi Luhur Mandiri dan LDII Kutim Kerja Sama Wujudkan Sekolah Hijau

April 24, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

April 23, 2026
Buka Musda VI LDII Way Kanan, Bupati Ajak Tingkatkan Kualitas SDM

Buka Musda VI LDII Way Kanan, Bupati Ajak Tingkatkan Kualitas SDM

April 23, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Kerja Sama dengan DLH Kota Batam, Warga LDII Sekupang Konversi 1,3 Ton Sampah Jadi Rupiah April 24, 2026
  • Yayasan Budi Luhur Mandiri dan LDII Kutim Kerja Sama Wujudkan Sekolah Hijau April 24, 2026
  • LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional April 23, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.