Kediri (4/11). Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri menerima kunjungan Badan Pekerja Majelis Klasis (BPMK) Gereja Kristen Indonesia (GKI) Klasis Madiun. Pertemuan tersebut untuk memperkuat pemahaman dan kerukunan antarumat beragama.
Kehadiran GKI Klasis Madiun di Gedung Wali Barokah pada Sabtu (31/10/2026) disambut Ketua Ponpes Wali Barokah. Menurutnya, silaturahim menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pesantren dan LDII. Pertemuan itu juga membuka ruang konfirmasi terhadap berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.
“Kami menyambut kedatangan rombongan dengan baik serta memberikan apresiasi. Melalui jawaban-jawaban yang disampaikan secara singkat, lugas, dan apa adanya dalam sesi tanya jawab terbuka, diharapkan dapat membuka wawasan serta pemahaman para tamu,” ujar KH Sunarto.
Ia berharap perjumpaan tersebut memperkuat hubungan antarumat beragama di Indonesia. Menurutnya, masyarakat perlu saling menghormati dan bekerja sama menjaga keharmonisan bangsa. Kerukunan harus diwujudkan melalui komunikasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pdt. Satriawan Susanto dari GKI Tulungagung mengapresiasi keterbukaan Ponpes Wali Barokah dalam menerima kunjungan. Ia menilai perjumpaan langsung dapat memperluas perspektif sekaligus meluruskan kesalahpahaman. “Perjumpaan tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya Wali Barokah dan LDII saja, tetapi komunitas lintas iman di Kediri sangat terbuka serta siap hidup berdampingan dengan toleransi, perbedaan, kebinekaan, serta keberagaman,” ungkapnya.

Satriawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menilai lembaga atau agama berdasarkan informasi sepihak. Menurutnya, perjumpaan langsung dapat membantu masyarakat memahami keberagaman secara lebih utuh. Dialog menjadi salah satu cara membangun kepercayaan di tengah perbedaan keyakinan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri, jajaran DPD LDII Kota Kediri, serta pengurus dan guru Ponpes Wali Barokah. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat ruang komunikasi lintas agama. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka.
Kota Kediri memiliki modal sosial dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Data Pemerintah Kota Kediri mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama mencapai 4,56 pada 2025. Nilai tersebut masuk kategori sangat tinggi berdasarkan indikator toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Kota Kediri juga menempati peringkat kedelapan Indeks Kota Toleran 2025 versi SETARA Institute.
Sebelumnya, FKUB dan Kesbangpol Kota Kediri juga berkunjung ke Ponpes Wali Barokah pada Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana kegiatan bersama tokoh lintas agama dan Forkopimda. Melalui silaturahim ini, Ponpes Wali Barokah berharap komunikasi dan kerja sama lintas iman semakin berkembang. Upaya tersebut diharapkan memperkuat kerukunan masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.











