Pasangkayu (4/11). DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Upacara berlangsung di Alun-Alun Kota Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Kamis (22/10/2026).
Ketua DPD LDII Pasangkayu, Lukman Efendi, mengapresiasi pelaksanaan upacara HSN 2026 yang melibatkan berbagai elemen. Menurutnya, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat semangat menuntut ilmu dan meningkatkan kualitas akhlak.
“Kami juga mengapresiasi peran para pengasuh dan tenaga pendidik pesantren yang secara konsisten membimbing santri agar memiliki bekal ilmu agama, pengetahuan, dan karakter luhur,” ujarnya.
Lukman berharap, semangat HSN dapat mendorong generasi muda, khususnya generasi penerus LDII, untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat terus diperkuat dalam membina generasi.
“Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya menjadi penerus nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Pasangkayu yang maju, sejahtera, religius, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Pasangkayu yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pasangkayu, Badaruddin, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus bangsa.
“Santri harus terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Badaruddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kiai, ustaz, ustazah, pimpinan pondok pesantren, serta seluruh tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda.

Selain itu, santri diharapkan menjadi pelopor toleransi dan kerukunan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat. Santri juga didorong untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan Kabupaten Pasangkayu sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing.
Dukungan terhadap pengembangan pesantren, termasuk melalui kebijakan daerah yang berpihak pada pendidikan keagamaan, menjadi bagian penting dalam upaya mencetak generasi yang religius, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial.
Upacara peringatan HSN menjadi momentum untuk menghargai kontribusi santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta berperan dalam pembangunan bangsa dan daerah. Upacara dihadiri unsur pemerintah daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu beserta jajaran, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pasangkayu, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Pasangkayu, serta ribuan santri dari berbagai pondok pesantren.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap pengembangan pendidikan pesantren dan pembentukan generasi muda yang berakhlak mulia.











