Pacitan (3/11). DPW LDII Jawa Timur mendukung penguatan kompetensi santri melalui pembinaan pemahaman agama, karakter, dan kemandirian agar mampu menghadapi tantangan zaman. Dukungan itu sejalan dengan konsep Tri Sukses Generasi Penerus (Generus) yang dikembangkan LDII, yakni berakhlakul karimah, alim-fakih, dan mandiri.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi saat mengikuti upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur di halaman Perguruan Islam Pondok Tremas, Kabupaten Pacitan, pada Kamis (22/10/2026). Upacara dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diikuti para masyayikh serta ribuan santri.
“Santri harus mampu menjaga nilai-nilai agama sekaligus menjawab tantangan zaman. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga perlu membentuk akhlak, kemandirian, dan kompetensi agar santri mampu mengambil peran dalam pembangunan,” ujar Amrodji.
Menurutnya, dalam pembinaan generasi penerus, aspek alim-fakih diarahkan pada pemahaman dan pengamalan ajaran Islam berdasarkan Al Quran dan Al Hadis. Adapun akhlakul karimah diwujudkan melalui perilaku luhur keseharian, sedangkan kemandirian dikembangkan melalui keterampilan dan kemampuan mengelola potensi diri.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong santri menguasai ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi digital. Ia menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang religius, nasionalis, sekaligus mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Perjuangan tersebut harus dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, digital IT, dan tentu pengabdian konkret di tengah masyarakat,” tuturnya.
Khofifah berharap santri mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tradisi kemandirian dan kepemimpinan yang tumbuh di lingkungan pesantren juga menjadi modal bagi santri untuk berkontribusi dalam pembangunan dan peradaban dunia.
“Dengan penguatan pemahaman agama, karakter, dan keterampilan tersebut, santri diharapkan siap mengambil peran dalam pembangunan bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” tutupnya.











