Jakarta (7/10). DPW LDII Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta membahas penguatan kolaborasi dalam menjaga kerukunan dan pembinaan generasi muda. Pertemuan itu juga membahas pemanfaatan media sosial secara bijak, untuk menangkal radikalisme dan intoleransi.
Dalam pertemuan itu Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Abdul Khalit, menyambut baik langkah sinergi tersebut. Ia menekankan pentingnya peran aktif organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti LDII dalam membina generasi muda, agar tidak terjerumus pada disinformasi maupun penyalahgunaan media sosial.
”Kita tidak bisa menepis perkembangan teknologi. Medsos ini luar biasa dampaknya, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, kita perlu memperkuat komunikasi dan bersinergi dengan ormas untuk membentengi generasi muda dari paparan intoleransi, radikalisme, hingga berita hoaks,” ujar Abdul Khalit dalam pertemuan tersebut.
Wakil Ketua DPW LDII Jakarta, Muhammad Ied, dalam pertemuan audiensi juga menyampaikan, terkait penguatan wawasan kebangsaan, LDII mengangkat materi ekoteologi menghadapi isu lingkungan dan kebangsaan. “Hal itu untuk menanamkan nilai-nilai toleransi kepada masyarakat, khususnya kalangan pemuda,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris DPW LDII Jakarta, Teguh Sugiyono juga menambahkan, pihaknya terus beradaptasi dengan era digital lewat pembinaan kreatif bagi generasi muda. Ia memaparkan DPW LDII Jakarta menggelar pelatihan jurnalistik, etika media sosial, serta merangkul kalangan muda yang memiliki hobi di bidang fotografi, videografi, hingga pengelolaan konten positif.
“Kami terus berupaya menyediakan wadah positif bagi generasi muda agar energi mereka tersalurkan dengan baik. Melalui kolaborasi bersama pemerintah, termasuk Kesbangpol dan aparat penegak hukum, kami memastikan informasi edukatif dan pesan-pesan kebangsaan dapat disebarkan secara masif ke ruang digital,” ujarnya.











