OKU (30/9). Ketua DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Syahril Elmi mengapresiasi konsistensi LDII dalam membina karakter generasi muda melalui Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI). Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas perkemahan, tetapi ruang pembelajaran yang memadukan penguatan ilmu, akhlak, kemandirian, kepedulian lingkungan, dan kemampuan bekerja sama.
Hal itu disampaikannya saat membuka Permata CAI ke-47 di Bumi Perkemahan Cavling 354 Kurup, Lubuk Batang, OKU, pada Senin (24/8/2026), “Saya mengapresiasi LDII yang konsisten membina generasi yang berilmu, akhlakul karimah, mandiri serta generasi yang kompak bersinergi dalam menjaga kepedulian lingkungan terhadap alam ini. Ini modal penting bagi pembangunan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Syahril.
Syahril menilai pembinaan karakter semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memiliki iman, akhlak, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana.
“Teknologi semakin cerdas, namun belum tentu manusia semakin bijaksana. Sehebat apa pun teknologi, ketika SDM kita memiliki akhlak, iman, dan karakter yang kuat, ia tidak akan menjadi budak teknologi,” tegasnya.
Ia berharap Permata CAI dapat menjadi bagian dari proses membentuk generasi muda yang memiliki landasan keagamaan sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. “Saya berharap CAI menjadi sarana membentuk generasi yang berlandaskan Al Quran dan Al Hadis serta Imtaq (iman dan takwa),” lanjutnya.
Pembinaan seperti ini dinilai penting karena generasi muda tidak hanya membutuhkan kecakapan akademik dan teknologi, tetapi juga karakter, kemandirian, kepedulian sosial, serta kemampuan menjaga lingkungan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sapto Surono mengatakan bahwa bagi LDII, pembinaan generasi muda merupakan proses yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Bahkan, melibatkan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama.
“Nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan CAI diharapkan tidak berhenti selama perkemahan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam memperkuat kebiasaan baik, membangun komunikasi dengan anak, serta memberikan keteladanan sehingga pembinaan karakter,” ujar Sapto.
LDII OKU menurut Sapto, berupaya menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berinteraksi, membangun kemandirian, dan mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga berakhlak, mandiri, peduli, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Sinergi dengan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat diharapkan semakin memperkuat proses pembinaan generasi muda sebagai investasi sosial menuju masa depan bangsa,” pungkas Sapto.
Kegiatan Permata CAI ke-47 berlangsung selama tiga hari dan dihadiri Sekretaris Camat Lubuk Batang, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Lubuk Batang, serta Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten OKU.











