Kediri (23/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri menggelar salat Istisqa’ di halaman Ponpes Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi (22/9/2026) itu, diikuti para ulama, pengurus, dewan guru, dan ribuan santri.
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan, DPP LDII telah meminta jajaran LDII di setiap level kepengurusan, untuk melaksanakan salat untuk meminta hujan tersebut, “Pondok-pondok pesantren yang bekerja sama dengan LDII, juga telah melaksanakan salat Istisqa, agar musim kemarau tidak berkepanjangan,” paparnya.
Ia menuturkan, fenomena El Nino yang dipicu pemanasan suhu permukaan air laut di atas normal di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menekan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia sehingga curah hujan drastis menurun. Cuaca panas ditambah lagi dengan kebakaran hutan di berbagai wilayah, juga menambah beban kesehatan masyarakat.
Untuk itu, LDII melakukan berbagai upaya salah satunya salat Istisqa dan konsisten dalam pelestarian lingkungan. Sementara itu, Pengasuh Ponpes Wai Barokah, KH Sabela Rosyada mengatakan meskipun wilayah sekitar dilanda kemarau dan hujan tidak kunjung turun, pasokan air bersih di Ponpes Wali Barokah tetap tercukupi dan tidak pernah mengalami kekurangan.
“Ini bukan sekadar kebetulan, tapi merupakan rahmat dan pertolongan Allah SWT yang dicurahkan kepada para hamba-Nya yang beriman dan senantiasa menjaga kebersamaan,” ujar KH Sabela Rosyada, yang juga Dewan Penasehat Pusat DPP LDII.
KH Sabela yang bertindak sebagai imam salat dan khatib, mengingatkan, fenomena tertahannya air hujan dari langit hendaknya dijadikan waktu untuk introspeksi diri (muhasabah). Ia menerangkan dalam pandangan Islam, kemarau panjang menjadi seruan agar umat manusia memperbanyak istighfar, melestarikan sunnah Salat Istisqa’, dan bertobat secara sungguh-sungguh, untuk meningkatkan ketaqwaan sebagaimana dianjurkan dalam Al Quran.

“Menghadapi ujian kemarau ini, marilah kita senantiasa meminta ampun dengan istighfar, mengetuk pintu langit dengan tobat, serta melipatgandakan ketaqwaan dan amal ibadah kita sehari-hari. Semoga Allah SWT mengabulkan permohonan kita dan menurunkan hujan yang penuh barokah, hujan yang membawa manfaat bagi tanaman, hewan, dan seluruh kehidupan manusia,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto menjelaskan kegiatan tersebut merupakan imbauan DPP LDII dalam menghadapi kondisi kemarau panjang dan kekeringan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Ia menuturkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan terhadap masyarakat sekitar yang terdampak kekeringan.
“Kami berharap melalui doa bersama ini, Allah SWT tidak hanya menurunkan hujan yang penuh keberkahan bagi Kota Kediri, tetapi juga memberikan ketenteraman, kesuburan tanah, dan kemudahan air bersih bagi seluruh masyarakat Jawa Timur, bahkan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.










