Bengkulu (12/9). Usai mengikuti pelatihan jurnalistik DPW LDII Bengkulu, para peserta pelatihan jurnalistik melaksanakan praktik lapangan. Mereka meliput pengusaha peternakan itik milik Mujadi, di kawasan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, pada Minggu (6/9/2026).
Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi mengatakan, praktik lapangan menjadi sarana bagi peserta untuk merasakan langsung proses produksi konten jurnalistik. “Di sini kami bertemu dengan pengusaha itik Pak Mujadi, dari ceritanya kami menilai layak untuk diliput. Untuk itu, kami melibatkan peserta pelatihan meliput usaha tersebut,” ujar Rulli.
Reportase tersebut sekaligus menjadi sarana belajar mereka pascapelatihan, yang diadakan pada 4-6 September 2026. Menurut Rulli, peserta antusias mengikuti praktik liputan karena mendapat pengalaman langsung di lapangan bersama kru LINES DPP LDII. “Saya melihat mereka senang bisa merasakan liputan di lapangan. Mereka mengaku mendapat pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya.
Bagi Elfina, salah seorang peserta, liputan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menjalankan peran sebagai reporter di lapangan. “Saya tidak hanya dituntut mampu menulis, tetapi juga harus berani bertanya, menggali informasi, mengamati situasi, dan menemukan fakta menarik untuk diangkat menjadi berita,” ungkapnya.
Sebelum turun ke lapangan, ia dan rekannya mendapat arahan pada malam sebelumnya. “Kami diarahkan melakukan riset mengenai objek liputan, sekaligus menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk narasumber. Malam hari sebelum liputan langsung kami di-*briefing* terlebih dahulu, sehingga kami siap terjun ke lapangan,” katanya.
Setibanya di lokasi, kami langsung menjalankan tugas dengan mengamati aktivitas peternakan, dan menggali informasi dari narasumber, mengenai usaha peternakan itik yang dijalankannya. Menurut Elfina, pendampingan dilakukan sejak tahap praproduksi, hingga proses produksi.

“Kami juga diarahkan menentukan fokus liputan, menggali informasi dari narasumber, hingga mengembangkan hasil wawancara menjadi bahan berita,” tambahnya.
Bagi Elfina, praktik langsung memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan hanya menerima materi di ruang pelatihan. “Liputan perdana ini menjadi pengalaman penting bagi kami, untuk memahami kemampuan jurnalistik tidak cukup hanya dipelajari melalui teori. Reporter harus mampu berhadapan dengan narasumber, mengembangkan pertanyaan, memilah informasi, hingga menemukan sudut pandang yang menarik,” tutupnya.











