Bogor (26/8). Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) Kota Bogor bersama DPD LDII Kota Bogor dan Pondok Pesantren Nurul Iman menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan santri melalui program FKKI Sahabat Pesantren. Kegiatan digelar pada Minggu (23/8/2026) tersebut diisi dengan edukasi kesehatan, sesi tanya jawab, serta pemeriksaan kesehatan bagi para santri.
Ketua FKKI Kota Bogor, Yan Ajie Nugroho mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian FKKI terhadap kesehatan santri di lingkungan pesantren. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk menemukan masalah kesehatan yang mungkin belum disadari santri sehingga dapat segera ditangani.
“Kami melakukan edukasi, kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menjaring masalah-masalah kesehatan yang ada pada adik-adik santri untuk ditindaklanjuti, diberikan pengobatan, kemudian juga mungkin perlu dirujuk kalau memang ada masalah kesehatan yang memang perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan fisik, hingga anamnesis oleh dokter. Sebanyak 14 tenaga kesehatan terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas dokter, paramedis, perawat, ahli gizi, fisioterapis, dan apoteker.
“Kita pada kesempatan ini mempersiapkan 14 tenaga medis, meliputi tiga dokter, kemudian ada teman-teman dari paramedis, ahli gizi, fisioterapi, serta dari apoteker,” kata Yan.
Yan berharap kegiatan FKKI Sahabat Pesantren tidak berhenti pada pelaksanaan perdana, tetapi dapat menjadi program yang dilakukan secara rutin melalui kolaborasi dengan pesantren dan DPD LDII Kota Bogor.
“Harapan kami tidak cukup sampai di sini, tapi bisa berkelanjutan, rutin. Mudah-mudahan kerja sama yang baik ini dengan ponpes maupun juga dengan DPD Kota Bogor bisa terjalin lagi di kesempatan yang akan datang,” pungkasnya.

Pinisepuh Pondok Pesantren Nurul Iman, H. Akhyar Risef, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program FKKI Sahabat Pesantren menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran santri dalam menjaga kesehatan selama menjalani aktivitas di pondok.
“Alhamdulillah luar biasa sekali, FKKI sudah melakukan langkah usaha kita menjaga kesehatan anak-anak, siswa-siswi pondok,” tuturnya.
Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Pasalnya, pergantian santri di pesantren berlangsung setiap semester sehingga edukasi dan pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara berkala.
Selain pemeriksaan, santri juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di pesantren. dr. Anang Kurniawan menyampaikan materi mengenai higienitas pondok, sedangkan dr. Elian Devina, M.Med.Ed. memberikan edukasi tentang cara menjaga kesehatan lambung selama berada di pondok.
“Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung santri agar dapat mengikuti kegiatan belajar dan aktivitas pesantren dengan kondisi tubuh yang baik,” ungkap dr. Anang.










