Maros (10/8). Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menghadiri pengajian yang digelar DPD LDII Kabupaten Maros. Pengajian mengangkat tema “Peran LDII dalam Membangun Daerah di Kabupaten Maros”, itu berlangsung di Masjid Miftahul Jannah, Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (2/8/2026).
Dalam pengarahannya, Bupati Maros mengapresiasi kontribusi LDII dalam membangun karakter masyarakat. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan seperti LDII memiliki peran strategis dalam membina generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Kabupaten Maros sebagai wilayah penyangga Kota Makassar.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Maros, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga LDII yang selama ini telah memberikan sumbangsih, bukan hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun mental dan karakter masyarakat,” katanya.
Chaidir menilai pembangunan infrastruktur dapat diwujudkan melalui dukungan anggaran, namun pembangunan karakter membutuhkan proses yang panjang dan berkesinambungan. “Kalau membangun fisik relatif lebih mudah ketika ada anggaran. Tetapi membangun karakter manusia jauh lebih sulit. Karena itu, pembinaan seperti yang dilakukan LDII sangat penting,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi penerapan 29 Karakter Luhur dan Tri Sukses Generasi Penerus yang menjadi program pembinaan khas LDII. Menurut Chaidir, Indonesia tengah menghadapi bonus demografi dengan sekitar 52 persen penduduk berada pada usia produktif.
“Bonus demografi tidak akan menjadi Indonesia Emas apabila generasi mudanya tidak dibina. Saya melihat LDII telah memiliki sistem pembinaan yang baik melalui pengajian di setiap jenjang usia dan penanaman 29 Karakter Luhur. Ini menjadi modal yang sangat baik,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh warga LDII terus mendukung pembangunan Kabupaten Maros melalui profesi dan peran masing-masing. “Siapa pun profesinya, baik petani, pedagang, pengusaha, maupun aparatur, semuanya dapat memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar LDII,” katanya.
Di akhir pengarahannya, Chaidir berharap kegiatan pembinaan yang dilakukan LDII terus berkembang dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pengurus serta masyarakat.
Pengajian yang digelar sekali dalam sebulan ini dihadiri Ketua III Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Maros, KH Syamsuddin Adam, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro, dan Ketua DPD LDII Kabupaten Maros Ibnu Rusyd. Turut hadir pula camat, babinsa, warga LDII, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Di tempat yang sama, Asdar Mattiro, menegaskan bahwa seluruh warga LDII didorong untuk mengimplementasikan tiga prinsip utama organisasi, yakni karya, komunikasi, dan kontribusi. Menurutnya, setiap warga memiliki ruang untuk berkarya sesuai kapasitas masing-masing dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Karya tidak harus besar. Menanam pohon, membersihkan lingkungan, memilah sampah, hingga membantu masyarakat adalah bentuk amal yang bernilai dan akan terus mengalir pahalanya,” ujarnya.
Asdar menjelaskan, LDII juga berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah, mulai dari tingkat pusat, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Ia menambahkan bahwa pembinaan generasi penerus menjadi fokus utama organisasi melalui konsep Tri Sukses Generasi Penerus, yaitu memiliki akhlakul karimah, memahami ajaran agama secara benar, dan mandiri. “Selama generasi muda mengikuti kurikulum pembinaan yang dijalankan LDII, mereka dibekali ilmu agama, adab, sopan santun, dan kemandirian sehingga memiliki benteng moral yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” katanya.
Ia menegaskan, LDII selalu mengedepankan semangat kolaborasi. “Komitmen kami adalah selalu ingin bersanding, bukan bersaing. Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat,” tegas Asdar.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Maros, Ibnu Rusyd, mengatakan kehadiran Bupati Maros merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pembinaan mental dan spiritual masyarakat yang selama ini dijalankan LDII. “Kehadiran Bapak Bupati menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, LDII secara konsisten menyelenggarakan pembinaan Al Quran dan Al Hadist bagi seluruh kelompok usia, mulai dari anak usia dini, remaja, usia pranikah, dewasa, hingga lanjut usia. “Di LDII, pembinaan dilakukan secara berjenjang. Pengajian tingkat PC maupun DPD dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Sedangkan Pengajian Akbar seperti ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat koordinasi dan kebersamaan warga,” katanya.
Menurut Ibnu, seluruh pembinaan tersebut diarahkan untuk mewujudkan visi LDII dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional religius, yakni individu yang memiliki kompetensi di bidangnya sekaligus menjunjung tinggi akhlak mulia.
Ia menegaskan bahwa LDII siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Maros, khususnya dalam bidang pembinaan karakter, pembangunan sosial kemasyarakatan, serta menjaga kehidupan beragama yang damai dan toleran.












