Nganjuk (7/7). Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Habib Ubaidillah Al Hasany menggelorakan semangat karakter luhur kepada para pesepak bola usia dini, yang tergabung dalam Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) wilayah Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan saat membuka turnamen FORSGI yang digelar di Lapangan Puma, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur pada Selasa (16/6/2026).
“Turnamen FORSGI tahun ini diikuti oleh peserta dari tujuh kabupaten di Jawa Timur dan dibagi ke dalam dua kelompok usia, yakni U-10 dan U-12,” jelas Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Habib Ubaidillah Al Hasany.
Ia menjelaskan kompetisi tersebut merupakan ajang adu kemampuan mengolah si kulit bundar, sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter bagi para peserta yang masih berada pada usia emas pertumbuhan, “Turnamen ini bukan hanya soal siapa yang paling unggul untuk meraih kemenangan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar tentang karakter luhur, menjadi pribadi yang sabar, mau bekerja keras, dan mampu menerima hasil dengan lapang dada,” ujarnya.
Habib Ubaidillah menambahkan, penyelenggaraan turnamen ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwilayah, khususnya di Jawa Timur, “Anak-anak bisa saling bertemu, berkenalan, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan. Dari sini semangat persatuan dan persaudaraan dapat tumbuh sejak usia dini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Sulaiman Dawud, menyampaikan kesiapan seluruh panitia dalam memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan nyaman, “Ini merupakan kali kedua Kabupaten Nganjuk dipercaya menjadi tuan rumah. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik agar anak-anak dapat berkembang dengan nyaman, begitu pula para official dan pendamping yang hadir,” tuturnya.
Selain itu, salah satu official dari Kabupaten Nganjuk, Ari Hendri Awana, menyebut timnya siap menampilkan permainan terbaik meski memiliki waktu persiapan yang relatif singkat, “Persiapan kami hanya sekitar dua hingga tiga minggu. Namun kami optimistis bisa bersaing dengan baik. Target utama bukan sekadar menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak menikmati proses, berkembang, dan belajar karena kami percaya proses yang baik akan membawa hasil terbaik,” tutupnya.









