Malang (7/7). DPD LDII Kabupaten Malang mendukung program Pemerintah Kabupaten Malang bertajuk “Sholat Subuh Keliling (SULING)”. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Malang, Subejan Subianto usai mengikuti kegiatan SULING di Masjid At-Taqwa, Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Jumat (3/7/2026).
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” jelas Ketua DPD LDII Kabupaten Malang, Subejan Subianto.
Ia mengatakan semangat memakmurkan masjid juga menjadi bagian dari pembinaan yang dijalankan LDII. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran agama, pembinaan karakter, dan penguatan hubungan sosial antarmasyarakat.
“Di lingkungan LDII, pembinaan diwujudkan melalui pengajian rutin yang diselenggarakan di setiap majelis taklim tingkat Pengurus Cabang (PC) maupun Pengurus Anak Cabang (PAC). Dalam sepekan, kegiatan pengajian umumnya berlangsung dua hingga tiga kali sehingga jamaah memiliki ruang untuk terus belajar agama sekaligus mempererat silaturahim,” jelasnya.

Subejan menerangkan intensitas pertemuan itu membuat komunikasi antarwarga terjaga. Menurutnya, kegiatan rutin tersenut menumbuhkan rasa kekeluargaan, kerukunan, kekompakan, dan budaya saling bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pendekatan serupa juga tercermin dalam Program SULING yang mendorong masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan interaksi sosial. Karena itu, LDII mendukung keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun kohesi sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Malang,M. Sanusi yang hadir mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan melalui pembiasaan salat wajib berjamaah, “Mari sama-sama kita memakmurkan masjid dengan membiasakan melaksanakan salat wajib secara berjamaah di masjid,” ujar Bupati Malang, M. Sanusi.
Ia menjelaskan masjid memiliki peran yang tidak terbatas sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, mempererat hubungan sosial, dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.









