Sumbawa (4/6). Rayakan Idul Adha, warga LDII Kabupaten Sumbawa menghimpun dan menyembelih 31 hewan kurban. Kegiatan tersebut dipusatkan di kompleks Masjid Bani Nur, Karang Goreng, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Rabu (27/5/2026).
Ketua DPD LDII Kabupaten Sumbawa, Abdul Halim Lubis, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya partisipasi warga dalam berkurban, meskipun kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, semangat berkurban yang terus terjaga merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang dilakukan para ulama dan pengurus LDII.
“Dalam setiap pengajian dan majelis taklim, warga terus diberikan pemahaman mengenai keutamaan ibadah kurban serta nilai-nilai kepedulian sosial yang terkandung di dalamnya. Alhamdulillah, kesadaran tersebut tumbuh dengan baik sehingga partisipasi warga dalam berkurban tetap tinggi,” ujarnya.
Abdul Halim menjelaskan, daging kurban didistribusikan kepada jamaah, warga sekitar masjid, serta masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang. Melalui kegiatan tersebut, LDII ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap semangat berbagi yang ditunjukkan warga dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. “Kami berharap Allah SWT memberikan keberkahan rezeki kepada seluruh warga sehingga jumlah hewan kurban dapat terus bertambah dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Penyembelihan hewan kurban tidak hanya menjadi wujud ketaatan beribadah, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Danramil Sumbawa yang diwakili Kapten Arm Iwan Arsyadiharjo, Babinsa Brang Bara Serda Bahrin, serta Bhabinkamtibmas Brang Bara Bripka Jono.
Pada kesempatan itu Camat Sumbawa, Ardiyansyah menyatakan bahwa kegiatan kurban yang dilaksanakan LDII tidak hanya menonjolkan aspek ibadah dan sosial, tetapi juga menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan limbah dan sampah pascapenyembelihan dilakukan dengan baik, sehingga lingkungan sekitar tetap bersih dan nyaman. Hal tersebut dinilai menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan yang tertib dan bertanggung jawab.
“Saya melihat pelaksanaan kurban yang LDII lakukan dengan memperhatikan kebersihan lingkungan setelah penyembelihan hewan kurban. Hal ini sangat baik untuk ditingkatkan,” ujar Ardiyansyah.
Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk terus berkolaborasi dengan LDII dalam berbagai program kemasyarakatan. “Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat,” tegas Ardiyansyah.
Pelaksanaan kurban yang mengusung semangat “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi” tersebut menjadi bukti bahwa ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas. Melalui pembagian daging kurban, kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh.






