Sukoharjo (27/5). Ribuan remaja dari PC LDII Bulu, Tawangsari, dan Weru mengikuti Pengajian Remaja yang digelar DPD LDII Kabupaten Sukoharjo. Pengajian remaja tersebut dihelat di Masjid Roudhotul Jannah, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (24/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda untuk memperkuat karakter dan pemahaman agama, di tengah perkembangan sosial yang semakin kompleks.
Pengajian mengangkat sejumlah tema yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari pembentukan akhlak, peran keluarga, hingga tantangan moral di era digital. Ribuan peserta tampak memadati area masjid sejak pagi untuk mengikuti rangkaian materi dan pembinaan yang disampaikan para narasumber.
Ketua Pemuda LDII Sukoharjo, Aris Budi Prasetyo, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan kebutuhan pembinaan generasi muda masih sangat besar. Menurut dia, remaja memerlukan ruang yang mampu mengarahkan mereka pada kegiatan positif dan membangun.
“Kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk memperkuat karakter sekaligus membangun pola pikir yang lebih terarah. Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Aris menambahkan pengajian remaja tidak hanya berfungsi sebagai agenda rutin keagamaan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarremaja LDII di wilayah Sukoharjo bagian selatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.
“Kami ingin remaja LDII tumbuh menjadi generasi profesional religius yang memiliki akhlak baik, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Dalam sesi pembinaan, Remaja LDII Sragen, Mirzam Ahmad menekankan pentingnya pembentukan karakter luhur sebagai pondasi menghadapi perkembangan zaman. Ia mengingatkan kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi perlu diimbangi dengan penguatan moral serta pemahaman agama.
“Remaja perlu memiliki pegangan hidup yang kuat. Kemampuan teknologi harus berjalan seimbang dengan akhlak dan tanggung jawab sosial,” ujarnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Guru Ponpes Gadingmangu, Perak, Jombang, Rico Zamorano menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurut dia, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi faktor penting dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan.
“Keluarga merupakan tempat pertama pembentukan karakter. Anak yang mendapatkan perhatian dan pendampingan dari orang tua cenderung lebih siap menghadapi tantangan pergaulan maupun perkembangan media sosial,” katanya.









