Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai Kehidupan (22)

2009/11/15
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Bagi pemerhati kehidupan, minggu – minggu ini adalah sebuah pembelajaran yang sangat menarik. Tontonan kehidupan yang apik. Walau tampak menjengkelkan atau bahkan membingungkan bin membosankan bagi sebagian orang. Intinya adalah pertarungan antara kebenaran dan kebathilan dengan aktor dan peran yang harus dilakoninya masing – masing. Layaknya panggung sandiwara, pengunjung dan penonton boleh bercerita, berkomentar dan menebak – nebak cerita selanjutnya.

Dalam sejarah manusia, keadaan seperti ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. Sejak Adam diturunkan di dunia. Sejak kala bendu. Dengan berbagai bentuknya, wajah kebaikan selalu bertarung dengan wajah buruk rupa kejahatan. Dan semua pun tahu bahwa kebenaran pada akhirnya tampil sebagai pemenang. Dengan berbagai korban dan lika – liku skenarionya.

Dalam kisah pewayangan, Barata Yudha misalnya, digambarkan dengan rancak dan mulus pertarungan Pendawa dan Kurawa. Pandawa merupakan representasi dari kebenaran dengan segala penderitaan dan kesengsaraan yang harus dihadapinya selama hidup, guna memperoleh kembali haknya sebagai pewaris tahta negeri Astinapura. Beribu kebohongan, tipu daya dan sejuta kelicikan harus dihadapinya untuk mencapai kebahagiaan lagi pada akhirnya. Sedangkan Kurawa adalah golongan yang berperan sebagai orang jahatnya. Pada kebanyakan seri dia selalu digambarkan glamour, menang dan menang dengan berbagai keculasan dan kepongahannya, sampai pada akhirnya perang Barata Yudha yang menentukan itu semua. Di padang Kuru Setra semua terjadi. Akhirnya Kurawa bertekuk lutut dan pendawa keluar sebagai pemenangnya. Sebuah perjalanan panjang dan melelahkan.

Begitu juga cerita seri Ramayana. Pertarungan Rama – pangeran yang ganteng dan kalem – dibantu pasukan kera yang dipimpin Hanoman dengan Rahwana dari golongan raksasa dan berjuta pasukannya, juga simbol kebajikan melawan kejahatan. Rama sebagai orang teraniaya oleh Rahwana yang merebut istri tercintanya Shinta. Akhirnya Rahwana pun kalah dan sang Rama keluar sebagai pemenang. Pemicu keributan ini tak lain adalah rebutan istri. Epic – epik ini begitu melegenda yang merupakan sebuah hukum alam yang akan terus terjadi dari waktu ke waktu dengan berbagai versi dan bentuknya. Kita tidak persis tahu.

Di dalam Kitab Quran pun Allah tak kurang memberikan gambaran dan contoh yang bertebaran sebagai pembelajaran bagi kita umat manusia. Mulai dari Nabi Nuh AS, bagaimana ia bertarung melawan kaumnya untuk menegakkan kalimat Allah. Atau Nabi Ibrohim AS, yang harus melawan Raja Namrud penyembah berhala. Demikian juga Nabi Musa yang harus meladeni si Gemblung Firaun dalam menegakkan kalimat tauhid. Dan tak kalah hebatnya bagaimana sejarah Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan dan menegakkan panji – panji islam. Berulang, berulang dan berulang. Terus menghiasi sepanjang jaman.

Nah, kembali pada cerita cicak vs buaya yang tengah ngetrend saat ini, apapun gambarannya, bagaimanapun melukiskannya ia tetaplah bentuk lain pertarungan baik dan buruk. Benar dan salah.  Layaknya cerita David and Goliath atau dalam quran cerita Nabi Dawud melawan Jalut. Sesuai dalilnya, kebaikan pada akhirnya akan menang. Allah berfirman; “Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS al-Israa 81).

Yang perlu kita pahami bahwa tidak ada yang datang dengan tiba – tiba dan tanpa usaha. Setiap langkah untuk menuju kebaikan dan kebenaran selalu butuh perjuangan untuk menghadapinya. Dalam berbagai kasus, bahkan butuh pengorbanan jiwa dan raga yang tidak sedikit jumlahnya. Maka ketika saya suka berlama – lama memandangi TV mengikuti perkembangan kasus cicak vs buaya ini, selalu saja istri sewot dan walk out tanda tak setuju. Katanya, “Gitu aja kok ditonton, tambah stress. Mbok yang lain saja.”

Saya selalu diam, nggak menjawab. Dan sering mengalah memindah channel. Buat saya kenapa saya selalu menyimaknya? Adalah alasan pembelajaran. Allah berfirman;”Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah – robah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al- An’am 115). Juga dalam perkembangannya banyak melihat ibarat – ibarat yang telah tersebut dalam hadits mengenai tanda – tanda akhir jaman. Seperti orang yang gampang mengucapkan sumpah – serapah, dengan entengnya menyebut Demi Allah, Demi Allah hanya untuk pembelaan yang belum tentu tahu kebenarannya. Bahkan nggak diminta sumpah, malah nyerocos bersumpah. Proses selalu lebih menarik, dibanding dengan hasil akhirnya. Dan di situlah pembelajaran yang sempurna, terlepas apapun hasilnya nanti sesuai dengan kehendak dan titah Yang Maha Kuasa.
 
Oleh :Ust.Faizunal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Supardo on Wamenhaj Kunjungi LDII Tarakan, Ajak Generasi Muda Sehat Fisik dan Intelektual
  • Edy purwanto on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Sigit Budi Nugroho on LDII dan BJB Syariah Jajaki Kolaborasi Ekonomi Umat Berbasis Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jelang Muswil, LDII Sultra Audiensi dengan Wagub Hugua

Jelang Muswil, LDII Sultra Audiensi dengan Wagub Hugua

December 12, 2025

Apakah LDII itu?

September 18, 2008
Kesbangpol Kota Bengkulu Ajak LDII Sinergikan Program Kerja

Kesbangpol Kota Bengkulu Ajak LDII Sinergikan Program Kerja

May 17, 2026
Kuatkan Karakter Luhur Generasi Muda, LDII Weru Helat CAI

Kuatkan Karakter Luhur Generasi Muda, LDII Weru Helat CAI

July 25, 2024
Menjaga Tunas Bangsa Melalui Pancasila: Refleksi Keteladanan Menuju Indonesia Emas 2045

Keteladanan untuk Membangun Indonesia Emas 2045

0
LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu

LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu

0
LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas

LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas

0
LDII Jayapura Salurkan Sapi Kurban Bantuan Bupati untuk Warga Masyarakat

LDII Jayapura Salurkan Sapi Kurban Bantuan Bupati untuk Warga Masyarakat

0
Menjaga Tunas Bangsa Melalui Pancasila: Refleksi Keteladanan Menuju Indonesia Emas 2045

Keteladanan untuk Membangun Indonesia Emas 2045

June 2, 2026
LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu

LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu

June 1, 2026
LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas

LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas

June 1, 2026
LDII Jayapura Salurkan Sapi Kurban Bantuan Bupati untuk Warga Masyarakat

LDII Jayapura Salurkan Sapi Kurban Bantuan Bupati untuk Warga Masyarakat

June 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Keteladanan untuk Membangun Indonesia Emas 2045 June 2, 2026
  • LDII Helat Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh Mubalighot, Ini Pesan Bupati Inhu June 1, 2026
  • LDII Papua Selatan Bagikan 3.000 Paket Daging Kurban Jangkau Masyarakat Luas June 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.