Jakarta (30/4). Kepala Biro Humas Kemenhaj RI Moh Hasan Afandi mengungkap kronologi tabrakan dua bus rombongan haji Indonesia. Kecelakaan tersebut terjadi saat bus rombongan SUB 2 menabrak bagian belakang bus JKS 1, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.
“Terkait insiden yang dialami rombongan jemaah SUB 2 yang dibawa KBIHU Nurul Haramain Probolinggo dan jemaah JKS 1 yang dibawa KBIHU Al-Azhar Bekasi, kronologi yang kami terima pada 28 April 2026 pukul 10.30 WIB bus SUB 2 yang sedang melaju menabrak ujung bus JKS 1,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan seorang petugas KBIHU Nurul Haramain, tujuh jemaah dari Kloter JKS 1 dan dua jemaah SUB 2 mengalami luka-luka. “Hingga saat ini masih ada satu jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Al-Hayat Madinah atas nama Sri Sugi Hartini (60), asal Kloter SUB 2,” ujarnya.
Ia mendorong setiap penyelenggara mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh Kemenhaj. Ia mengingatkan KBIHU agar selalu berkoordinasi dengan petugas selama operasional haji.
“Mereka harus mengutamakan keselamatan jemaah, tidak menawarkan paket wisata di luar kepentingan ibadah, serta tidak melakukan pungutan tambahan kepada jemaah,” tambahnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan ragu mencabut izin operasional KBIHU yang terbukti melanggar aturan, terutama jika mengabaikan keselamatan jemaah. “Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,” ujarnya.
Sementara itu, hingga hari ke-9 masa operasional haji pada Rabu (29/4/2026), proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah Indonesia disebut berjalan lancar. Secara kumulatif, sebanyak 122 kloter dengan total 47.834 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Adapun jumlah jemaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 44.315 orang dari 113 kloter.









